Home » Posts filed under Amalan
Diposting oleh
Unknown on Sabtu, 06 Juli 2013

Saat
berada dalam kesulitan yang sangat dan berada dalam tiga kegelapan (gelapnya
dalam perut ikan, di dasar lautan, dan di tengah gelapnya malam), Nabi Yunus bertasbih dan berdoa kepada
Allah dengan doa tersebut, Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya
kepada kaumnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika
ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci
Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka
Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan
demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya':
87-88).
Saat nabi Yunus melihat dirinya berada dalam bala'
dan ujian dari Rabb-nya, Alah menjadikannya dalam perut ikan, maka ia berdoa
dalam 3 kegelapan - gelapnya malam, gelapnya lautan dan dalam perut ikan
kepada Allah yang melihat dan mendengar segala sesuatu. Ia sadar bahwa
kesulitannya tersebut akibat dari kesalahan dan dosanya. Ia sadar juga bahwa
Allah-lah yang menurunkan kesulitant tersebut. Ia juga yakin akan keagungan
Allah dan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dan mengabulkan doanya. Hanya Dia
semata yang bisa menghindarkan dirinya dari kesulitan tersebut.
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang
yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan
kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah
di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati
(Nya)." (QS. Al-Naml: 62).
Susunan kalimat di atas mengandung dua pengakuan
besar. Pertama, pengakuan terhadap uluhiyah dan keesaan Allah Ta'ala. Kedua,
pengakuan akan dosa dan salah.
Bagian pertama, menunjukkan kesempurnaan ibadah
kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tidak boleh mendurhakai-Nya. Sedangkan
bagian kedua, menunjukkan kuatnya iman dan keharusan mewujudkan ubudiyah dengan
benar, sehingga saat tidak bisa mewujudkannya maka ia mengakui dosa dan
kesalahannya. Oleh karena itu ia segera kembali kepada Allah dan bertaubat
kepada-Nya dengan kembali kepada ketaatan.
Kedua pengakuan ini adalah wasilah (sarana) besar
untuk dikabulkannya permohonan. Sehingga sesudah Nabi Yunus memunajatkan doa
ini kepada Allah, segera pertolongan Allah datang kepadanya. Kesulitan dan
bala' yang menimpanya berganti dengan kemudahan dan kemuliaan.
Dr. Sya'ban Ismail guru besar Ilmu Qira'at di
Universitas Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah berkata, "Di antara doa-doa
Al-Qur'an al-Karim yang menghilangkan kegundahan dan musibah adalah firman
Allah Ta'ala.
"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika
ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci
Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka
Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan
demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya':
87-88)." Wallahu Ta'ala A'lam.
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → DOA NABI YUNUS A.S UNTUK KELUAR DARI KEGELAPAN DAN KESULITAN DAHSYAT
Diposting oleh
Unknown on Kamis, 04 Juli 2013

Bulan
Ramadhan akan segera tiba.Tentu saja ini sebuah kesempatan istimewa, karena
bukan saja bilangan umur kita kian bertambah, tapi juga belaian kasih
Ar-Rahmaan akan menghampiri kita lagi. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan
rahmat dan keberkahan. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,
Ramadhan adalah penghulu (pemimpin) dari sebelas bulan yang lain. Hanya
orang yang kenal keistimewaan Ramadhan saja yang akan suka cita bila Ramadhan
akan tiba. Sepatutnya kita harus mempersiapkan diri baik-baik guna
menyambutnya. Bagaimana caranya? Langkah-langkah berikut ini barangkali bisa
membantu.
1. Mengulangi kembali pelajaran-pelajaran yang
berkaitan dengan puasa. Hendaknya kita memasuki dan menjalani puasa dengan
pengetahuan, pedoman-pedoman yang baik, serta pengalaman-pengalaman yang telah
lalu. Pelajaran itu bisa seputar rukun, syarat sah, syarat membatalkan,
perkara-perkara sunnah dan makruh, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.
2. Persiapan ruhani, yaitu menenangkan jiwa dalam
menghadapi bulan puasa. Rosulullah dan para sahabat mempersiapkan kedatangan
Ramadhan sejak enam bulan sebelum bulan tersebut tiba.
3. Memperbanyak doa sejak bulan ini (Rajab dan
Sya’ban), semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kesehatan, tenaga,
kelapangan, dan kesempatan mengerjakan puasa. Semoga Allah memberikan taufik
dan hidayah supaya kita dapat berpuasa dengan hati yang jujur, tulus dan jauh
dari riya’, ujub, dan segala penyakit yang menghilangkan pahala puasa.
4. Menguatkan semangat untuk melaksanakan satu
bentuk latihan dengan sempurna agar kita memperoleh predikat sebagai muttaqin
(orang yang bertakwa).
5. Siapkan diri untuk menjalankan puasa dengan
perkataan dan perbuatan yang baik dengan sepenuh hati serta ikhlas semata-mata
karena Allah.
6. Tinggalkan kebiasan-kebiasan yang memberatkan
dan merugikan diri, seperti berbelanja berlebihan, tenggelam dalam hiburan,
membuang waktu, dan melakukan perbuatan yang tidak mendatangkan faedah. Hal
tersebut justru bertentangan dengan hikmah puasa.
7. Sambutlah bulan puasa dengan cita-cita dan azzam
(tekad) yang tinggi dengan memperbanyak ibadah, baik siang atau malam. Ini
diperlukan untuk melatih diri dan mensucikan jiwa.
8. Ucapkan tahniah kepada saudara seiman. Diriwayatkan
oleh Ahmad dan Nasa’i dari Abi Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rosulullah
senantiasa menggembirakan para sahabat saat kedatangan bulan Ramadhan.
Rosulullah menggembirakan para sahabat dengan sabdanya, ”Sesungguhnya akan
datang kepada kamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati, Allah mewajibkan kamu
berpuasa di dalamnya. Pada bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu syurga, dikunci
semua pintu neraka, dibelenggu semua setan. Di malamnya ada satu malam yang
lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang tidak memperoleh kebajikan
pada malam itu, berartilah diharamkan baginya segala kebaikan untuk dirinya.”
Tim Ustadz
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → DELAPAN TIPS MENYAMBUT RAMADHAN
Diposting oleh
Unknown on Rabu, 05 Juni 2013

Setiap muslim tentu
merindukan baitullah untuk menunaikan haji. Begitulah orang yang mencintai
Allah. Hatinya selalu terpaut dengan rumah kekasihnya. Setiap kali disebut,
hatinya semakin rindu menggebu. Kerap air mata berlinang ketika mengingatnya
dari kejauhan. Sayang, tidak semua orang bisa mewujudkan harapannya menjadi
tamu Allah di rumah-Nya. Karena
ibadah haji termasuk ibadah ‘mewah’. Sulit dikerjakan tanpa menyediakan dana
puluhan juta rupiah. Sekiranya ada dana, itupun masih terganjal kuota.
Begitu sulit meraih pahala haji. Bagi yang tidak
berkemampuan, hanya bisa menumpahkan kerinduan itu di dalam do’anya. Untungnya,
Allah Maha Penyayang menyediakan bagi hamba-Nya jalan alternatif untuk meraup
pahala haji. Tanpa ONH, tanpa kuota, dan tidak perlu menunggu musim haji yang
datangnya hanya setahun sekali. Diantara amal bernilai pahala haji ini
disabdakan oleh Nabi SAW.
“Barang siapa sholat Subuh berjama’ah kemudian
duduk berdzikir mengingat Allah hingga matahari terbit, setelah itu shalat dua
rakaat, amalan itu baginya sama seperti pahala haji dan umrah. Anas berkata:
Rosulullah melanjutkan, “Sempurna, sempurna, sempurna!” (HR. Tirmidzi, no.
586).
Inilah rangkaian amal setara haji itu; sholat Subuh
berjama’ah, tetap duduk di tempat sholat, berdzikir kepada Allah hingga terbit
matahari, dan sholat dua rakaat. Amal yang mudah dan murah. Tanpa modal dana,
selepas Subuh kita pulang ke rumah menggondol pahala haji. Hebatnya lagi, kita
bisa ‘berhaji’ setiap pagi, setiap hari!
Rosulullah menjadi teladan bagi ummatnya. Beliau
rutin melakukan amal pagi ini. Diriwayatkan Simak bin Harb pernah bertanya
kepada Jabir bin Samurah, “Apakah engkau pernah menemani Rosulullah?”. Jabir
menjawab, “Ya, beliau biasa tidak beranjak dari tempat beliau sholat Subuh.
Apabila matahari terbit beliaupun bergegas meninggalkan tempat sholat. Dulu
para sahabat memperbincangkan masa jahiliyah yang membuat mereka tertawa,
sedangkan Rosulullah hanya tersenyum.” (HR. Muslim, no.670).
Begitulah seharusnya kita, pengikut Nabi. Mengawali
hari kita dengan amal yang penuh berkah ini. Insya Allah aktivitas kita
sepanjang siang berikutnya diberkahi Allah Ta’ala.
Bagaimana dengan muslimah yang sholat di rumah?
Memang teks hadits di atas membatasi tempatnya di masjid. Namun tidak dipahami
bahwa masjid menjadi syarat tempatnya. Wanita yang memang lebih utama sholat di
rumah, tentu saja bisa melakukan rangkaian amal ini di rumahnya. Apalagi ada
atsar yang shahih bahwa Ibnu Mas’ud RA pernah melakukannya di rumahnya (HR.
Muslim, no.822).
Shalot Isyraq
Ibnu Abbas dan para ulama menyebut dua rakaat pada
hadits di atas dengan istilah sholat isyraq. Dinamakan isyraq (terbit) karena
dikerjakan beberapa saat setelah terbitnya matahari. Namun hakikatnya, sholat
isyraq adalah sholat Dhuha.
Shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktunya.
Didalam riwayat yang lain Rosulullah SAW lebih
spesifik menyebutnya dengan sholat Dhuha. “Barang siapa yang sholat Subuh di
masjid berjamaah, lalu menetap di dalamnya hingga mengerjakan sholat Dhuha,
maka dia mendapat pahala seperti orang yang haji dan umrah dengan sempurna”
(HR. Thabrani, no. 7663).
Penambah Semangat
Amal berhadiah haji dan umrah ini, ternyata sepi
peminat. Ba’da Subuh adalah waktu rawan ngantuk. Banyak yang tidur kembali
dengan dalih agar fit menjalankan aktivitas siang yang meletihkan. Padahal,
tidur pagi selepas Subuh tidak baik untuk kesehatan. Membuat tubuh menjadi
mudah lesu dan loyo, serta mudah terserang penyakit.
Sunah nabi waktu pagi ini justru memberi berkah
tersendiri; menyehatkan dan memberi semangat. Tetapi khasiat ini tidak bisa
dirasakan kecuali yang membiasakannya. Ibnu Qoyyim menuturkan pengalamannya
dengan Ibnu Taimiyah, gurunya. “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu hari sholat
Subuh. Setelah sholat, beliau duduk berdzikir kepada Allah hingga pertengahan
siang. Kemudian berpaling kepadaku dan berkata, “Ini adalah kebiasaanku pada
waktu pagi. Jika aku tidak melakukannya, tubuhku tak bertenaga.” (Al Wabilush
Shayib, hal.63).
Catatan : Bukan Pengganti Haji
Jalan murah menuju pahala haji ini bukan berarti
mengalahkan keutamaan haji hakiki. Amal setara haji ini tak lebih menjadi
ladang amal alternatif bagi mereka yang tertutup pintu ke baitullah. Menjadi
motivasi untuk terus berlomba dalam kebaikan agar tidak tertinggal jauh oleh
orang-orang yang mampu menunaikan haji. Semoga kita mudah meraup pahala haji di
negeri kita sendiri dan mampu berhaji ke baitullah nun jauh di sana.
-Tim Ustadz-
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → ALTERNATIF MERAIH PAHALA HAJI DAN UMROH DIKALA BOKEK
Diposting oleh
Unknown on Minggu, 02 Juni 2013
Dengan
membaca basmalah berarti kita menyadari akan kekuatan dan pertolongan Allah
dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, juga menunjukkan akan kepasrahan dan
ketidakberdayaan diri kita untuk melakukan suatu kebaikan apa pun, kecuali atas
pertolongan-Nya. Dan tidak dapat menolak sekecil apa pun kemudaratan yang akan
menimpa kita, kecuali atas pertolongan-Nya. Dan inilah inti dari ajaran Islam.
Karena kandungan maknanya seperti inilah yang menjadikan kalimat basmalah
mengandung keberkahan.
Untuk itu, hayatilah maknanya dan bacalah setiap kali
kita hendak melakukan pekerjaan, agar kita mendapatkan keberkahan. Wallahu
a’lam.
- Tim Ustadz -
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → RAHASIA BERKAH DENGAN BASMALAH
Diposting oleh
Unknown on Senin, 27 Mei 2013

Surah agung itu adalah surah
Al-Mulk. Rosulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad dan pemilik sunan yang empat, dari Abu Hurairah: "Sesungguhnya
surah yang berisi tiga puluh ayat ini akan memintakan syafaat bagi pemiliknya
maka dia pun diberi ampunan." Dari Ibnu Abbas berkata, seorang laki-laki
mendirikan kemah diatas kuburan yang tidak disadarinya. Lalu ia mendengar suara
manusia tengah membaca surah Al-Mulk hingga selesai. Lalu ia mendatangi Rosulullah
saw. dan menceritakan kejadiannya: "Wahai Rosulullah, aku mendirikan kemah
diatas sebuah kuburan, tapi saya tidak menyadari kalau itu adalah kuburan. Lalu
saya mendengar suara seseorang tengah membaca surah Al-Mulk hingga selesai. Rosulullah
saw. bersabda, "Itu adalah penghalang yang akan menyelamatkan pemiliknya
dari azab kubur." (HR Tirmidzi).
Dari Jabir bin Abdillah berkata, "Rosululullah tidak tidur pada malam hari
sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil
Mulku)." (HR Tirmidzi).
Adalah Ibnu Abbas r.a. memberi pengajaran kepada seseorang dengan bertanya,
"Maukah engkau aku hadiahi sebuah hadis?" Laki-laki tersebut
menjawab, "Ya," Ibnu Abbas berkata, "Bacalah (tabaarakalladzi
biyadihil mulku) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu,
bayi-bayimu, dan tetanggamu. Karena, sesungguhnya aku mendengar Rosulullah saw.
bersabda:"Aku suka kalau surah itu berada dalam hati setiap orang dari
umatku."
Inilah surah yang diberkahi yang semestinya kita selalu membacanya. Kita
lantunkan dengan lesan, kita perhatikan dengan hati dan kita ajarkan kepada
anak-anak dan istri kita. Marilah kita baca surah tersebut pada setiap malam.
Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan syafaatnya kepada kita lalu kita
akan diselamatkan dari azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat.
Tabaarakalladzii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir (Maha Suci
Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu).
Biyadihil mulku (Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan).
Artinya, Allah memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara
keduanya. Dialah pemilik penciptaan dan perintah. Dialah yang memberi makan dan
bukan yang diberi makan. Yang memberi balasan bukan yang diberi balasan. Maha
Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat kokoh. Ditangan-Nyalah
kerajaan setiap sesuatu. Pencipta segala sesuatu. Dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang dapat
melemahkannya. Apabila Ia menghendaki sesuatu, ia berkata, "Kun"
(jadilah), maka terjadilah.
Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa
huwal 'aziizul ghafuur (Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji
kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun).
Allah menghinakan hamba-Nya dengan kematian, meskipun ia menjadi penguasa
manusia, jabatannya telah memuncak; hartanya melimpah ruah; kekuatannya kokoh;
dan umurnya panjang. Maka, akhirnya ia akan tetap mati. Ujung-ujungnya
kehancuran dan ketidakadaan. Ruhnya dipisahkan dengan badannya. Dan setelah itu
ia akan memasuki kehidupan yang kekal. Di dalamnya tidak ada tidur dan
kematian. Apabila seorang tergolong ahli jannah, ia akan berada dalam
kenikmatan yang kekal dan tidak akan hilang. Begitu pula bila ia tergolong
penduduk neraka (na'udzubillahi min dzalik), maka sesungguhnya mereka:
"Tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari
mereka azabnya." "Di dalamnya mereka tidak mati, tidak juga
hidup." Mereka akan berada dalam azab yang abadi, kekal selama-lamanya,
dan tidak berubah.
Allah menciptkan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kita yang
lebih baik amalnya. Tidak semua hamba Allah sama. Ada yang kafir, ada pula yang
mukmin; ada yang baik, ada pula yang jahat. Allah SWT ingin menguji mereka
siapa di antara mereka yang lebih baik amalnya. Yang paling ikhlas dan benar.
Ikhlas adalah tidak meyekutukan Allah dengan sesuatu pun, sedangkan benar adalah
sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rosulullah saw. Allah SWT berfirman,
"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya, hendaklah ia mengerjakan
amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah
kepada Tuhannya."
Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Supaya Dia
menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun).
Dialah Yang Maha Besar Lagi Mulia, Yang Ditaati dan Ditakuti. Bersamaan dengan itu
Dia Maha Pengampun kepada siapa saja yang bermaksiat dan bertobat, kepada orang
yang melampaui batas kemudian bertobat. Dan, Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha
Pengampun.
Alladzii khalaqa sab'a samawaatin thibaaqaa maa taraa fi khalqir rahman min tafawut
(Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak
melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang).
Hai orang musyrik; hai orang kafir; hai orang yang ragu-ragu; hai orang yang
menentang Rosulullah saw.; hai orang yang kafir kepada agama-Nya! Lihatlah di
atasmu; lihatlah ke langit-langit itu; lihatlah dengan saksama dan penuh
perhatian! Bukan seperti penglihatan para binatang. Lihatlah ke langit-langit
itu, apakah engkau mendapati sesuatu yang tidak seimbang? Apakah engkau
mendapatinya berlubang, retak, dan lemah?
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rab Yang Maha Pemurah sesuatu yang
tidak seimbang, berselisih, ataupun kacau. Tidak, tetapi ia adalah langit yang
sempurna, tebal dan kuat. Lihatlah kepadanya dan bandingkanlah keadaanmu dengan
keadaannya.
"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah
membangunnya, Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah
telah membangunnya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan
siangnya terang benderang. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan
menjadikan siangnya terang benderang. Ia memancarkan darinya mata air dan
(menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."
"Maka, apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka,
bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai
retak-retak sedikit pun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya
gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang
indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap
hamba yang kembali (mengingat Allah)."
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami
benar-benar meluaskannya. Dan, bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang
menghamparkan (adalah Kami)."
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan
(tujuh buah langit). dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."
"Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan,
yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap
setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan
(pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk
mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal".
Marilah kita perhatikan langit yang berlapis-lapis ini, marilah kita perhatikan
kebesaran ciptaan-Nya. "Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu
lihat?"
Ia tidak memiliki tiang, bagaimana Allah meninggikannya? Bagaimana Allah
menjadikannya kuat, tebal, dan sama. Yang di dalamnya tidak ada lubang dan
retak. Inilah kekuasaan Allah Azza wa Jalla.
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka, lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kemudian, pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu
dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan
payah."
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar
setan," Qatadah r.a. berkata, "Allah menciptakan langit-langit dan di
dalamnya terdapat bintang-bintang untuk tiga tabiat. Pertama, hiasan langit
dunia. Kedua, alat-alat pelempar setan. Ketiga, tanda-tanda yang memberikan
petunjuk, "Dan dengan bintang mereka mendapatkan petunjuk."
Barangsiapa yang berbicara di luar itu, ia telah membebani dirinya dengan
sesuatu yang tidak diketahuinya."
Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap
kejadian di dunia, bahwa hujan turun atau kekeringan terjadi, rizki
dibentangkan atau disempitkan karena pengaruh bintang tersebut, ia telah
membebani dengan sesuatu yang tidak semestinya dan berkata atas nama Allah apa
yang tidak diketahuinya.
"Dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala."
Yaitu para setan yang mencuri pendengaran dan menyesatkan para hamba. Mendorong
mereka agar berbuat maksiat. Menganjurkakannya berbuat kejelekan, dan menghiasi
kebatilan sehingga tampak indah. Menyuruh mereka berbuat munkar dan mencegahnya
dari berbuat makruf serta menahannya untuk taat kepada Allah. Allah Azza wa
Jalla telah menyiapkan untuk mereka ini neraka jahanam dan itulah sejelek-jelek
tempat kembali. Siksa neraka yang menyala-nyala, yang diperuntukkan untuk setan
jin dan manusia. Allah menyiapkan untuk mereka jahanam dan itulah sejelek-jelek
tempat kembali.
"Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan
itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya,
mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu
menggelegak."
"Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah."
Hampir bagian-bagian langit itu terputus dan terbagi karena besarnya kemarahan
terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah, menentang Rasulullah dan membunuh
para wali-Nya. Neraka jahanam hampir-hampir pecah karena marah terhadap
orang-orang kafir.
Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membakar api
neraka 1000 tahun sehingga memutih. Kemudian Allah membakarnya lagi 1000 tahun
sehingga memerah. Kemudian Allah membakarnya 1000 tahun sehingga menghitam. Ia
adalah hitam yang gelap"
Kullamaa Ulqiya Fiiha Faujun
"Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir)"
"Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum
pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
Pertanyaan yang bernada menjelekkan dan mencela. Apakah belum pernah datang
kepadamu (di dunia) seorang pemberi peringatan? Apakah belum pernah datang
kepadamu seorang rasul? Apakah belum pernah datang kepadamu seorang yang
mengingatkan dirimu? Orang yang menjelaskan syariat, agama, halal, dan haram
kepadamu? Apakah belum pernah datang seorang pemberi peringatan kepadamu?
"Mereka menjawab: 'Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami
seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya dan kami katakan: 'Allah
tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang
besar'."
Mereka menghadapi para utusan Allah dengan akhlak yang buruk dan tidak
mempunyai rasa malu. "Kamu wahai para rasul, tidak lain hanyalah di dalam
kesesatan yang besar. Kamu adalah oang yang tersesat dan menyimpang. Biarkanlah
kami dan berhala yang kami sembah. Biarkanlah kami mengharamkan yang halal dan
menghalalkan yang haram. Kemudian setelah itu mereka mengakui bahwa dirinya
bukanlah orang-orang yang berakal. Mereka tidaklah memiliki kemampuan untuk
memisahkan antara yang jelek dengan yang baik.
"Dan mereka berkata: 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi
penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."
"Orang-orang kafir dibawa ke neraka jahannam berombong-rombongan.
Sehingga, apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan
berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: 'Apakah belum pernah datang
kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan
memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab:
'Benar (telah datang).' Tetapi, telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap
orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): 'Masukilah ke pintu-pintu
neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka, neraka Jahannam
itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri."
Mereka mempersaksikan diri mereka sendiri bahwa mereka adalah tuli, buta, dan
bisu. Mereka adalah orang-orang gila. Mereka tidak mendengarkan al-Haq. Tidak
pula membicarakan al-Haq. Mereka tidak melihat petunjuk-petunjuknya.
"Mereka mengakui dosa mereka. Maka, kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni
neraka yang menyala-nyala."
Adapun orang mukmin yang baik, yang saleh, mereka mengagungkan Allah dengan
seagung-agungnya. Mereka mengetahui din dan syariat-Nya. Mereka menghalalkan
yang halal dan mengharamkan yang haram. Mereka tidak hanya takut kepada Allah
ketika berada di tengah banyak orang, tetapi juga ketika sendirian, ketika
dalam keadaan dhahir maupun bathin.
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabnya yang tidak nampak oleh
mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."
Orang yang takut kepada Rabnya, meskipun berada di tengah manusia, meskipun
ketika sendirian, pintu terkunci dan tabir dibentangkan. Maka, bagi mereka
pahala yang besar.
Rasulullah saw. bersabda, "Ada tujuh golongan yang berada dalam naungan
Allah pada hari tidak ada nauangan, kecuali naungan-Nya."
Apakah yang menjadi pembagi yang ikut dalam tujuh golongan tersebut. Golongan
yang berbahagia, golongan yang mendapatkan keutamaan itu? Tidak lain adalah
Mereka yang takut kepada Rab-nya, sebagaiman tidak ada yang melihat kecuali
hanya Dia; tidak ada yang mendengar kecuali hanya Dia; dan tidak ada yang
mengamati kecuali hanya dia. Yaitu, "seorang laki-laki yang berzikir
kepada Allah dalam kesendirian, kemudian bercucuran air matanya. Dan, seorang
laki-laki yang dipanggil wanita yang cantik dan berkedudukan." Di sana
tidak ada polisi yang mengawasinya. Tidak ada mata yang melihatnya. "Maka
ia menjawab, "Sesungguhnya saya takut kepada Allah dan seorang laki-laki
yang menyedekahkan hartanya kemudian ia menyembunyikannya." Laki-laki yang
berurusan dengan Allah. Laki-laki yang tidak ingin riya' (dilihat orang)
ataupun sum'ah (didengar orang). "Maka kemudian ia menyembunyikan
sedekahnya itu, sehinggga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan
oleh tangan kanannya." Ketujuh golongan ini adalah orang yang takut kepada
Allah, yang tidak nampak oleh mereka. "Bagi mereka pahala yang
besar."
Kemudian Rab kita Jalla Jalaaluhu mengancam manusia, semua manusia. "Dan
rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui
segala isi hati. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu
lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"
Wahai Hamba Allah, janganlah engkau mengira, engkau hanya berurusan dengan
manusia yang hanya bisa melihat yang dhahir. Janganlah engkau mengira engkau
hanya berurusan dengan makhluk yang kemampuan dan wawasannya terbatas. Tidak,
demi Allah, tetapi engkau berurusan dengan Rab Yang Maha Mengetahui Lagi Maha
Bijaksana, Maha Halus Lagi Maha Mengetahui.
"Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi."
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan
oleh hati."
"Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan
yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih
besar."
Ketahuilah dengan yakin bahwa yang tersembunyi di sisi Allah nampak jelas.
Sesuatu yang engkau rahasiakan dan sembunyikan, maka di sisi Allah nampak jelas
dan terang.
"(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak
kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah syurga
itu dengan aman, itulah hari kekekalan."
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → SETIAP MALAM BERSAMA SURAH AL MULK
Diposting oleh
Unknown on Jumat, 24 Mei 2013

Rosulullah SAW Bersabda
artinya: Barangsiapa yang membaca 50 ayat dalam sehari semalam, maka ia tidak
dicatat sebagai seorang yang lalai. Barangsiapa yang membaca 100 ayat, maka ia
dicatat sebagai orang yang qaniith taat. Barangsiapa yang membaca 200 ayat maka
ia tidak akan dibantah oleh Al Qur'an pada hari kiamat. Dan barang siapa yang
membaca 500 ayat, maka dicatat baginya perbendaharaan harta berupa pahala
(SHAHIIH li ghayrihi HR. Ibnus Sunniy, silsilah ash-shahiihah no. 642-643
sumber penomoran shahiih wa dhaiif al-adzkaar).
Marilah kita coba gabung misalnya dengan Jumlah membaca ayat Al Qur'an harian
berdasarkan hadits shahih atau yang disunnahkan dibaca sehari bila kita hitung
sbb :
1. Membaca ayat kursi 1 ayat dibaca setiap selesai sholat [total 5x], pagi [1x] dan petang [1x], sebelum
tidur malam [1x] [totalnya 8].
2. Al-ikhlash, al-falaq dan an-Naas [total 15 ayat] Dibaca masing-masing SEKALI
setiap selesai shalat [5x15 = 75], pagi petang (masing-masing 3x) [2 x (3x15) =
2 x 45 = 90], sebelum tidur (dibaca secara berurutan 3x) [45] [total 210].
3. Ali Imran 190-200 [10 ayat] dibaca ketika bangun tidur [10 ayat] [total 10 ayat].
4. Al Baqarah 285-286 [2 ayat]. Dibaca ketika sebelum tidur [2 ayat] [total 2 ayat].
5. Surat as-Sajadah [30 ayat] dan Surat al-Mulk [30 ayat]; total [60 ayat]. Dibaca ketika sebelum tidur [60 ayat].
TOTAL POINT 1 - 5 = 290
Nah untuk ini saja totalnya sudah, 290 ayat yang kita baca dalam sehari
semalam. Maka kita tinggal memerlukan 210 ayat (dan ini kira-kira setara dengan
satu juz, lebih sedikit) Al Qur'an untuk mencapai 500 ayat sehingga kita bisa
dicatat pembendaharaan harta berupa pahala.
Marilah kita serius meraih keutamaan ini, jangan lupa standar baca Qur'annya
disertain dengan terjemahan dan tafsir, sebisanya barengan keluarga sambil
membeli kitab tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fiizilaalil Qur'an atau ulama terkemuka
lainnya diawal generasi Islam para Imam, Syaikh dan lain-lain.
Kemudian standar yang lain yaitu diamalkan semaksimal mungkin. Disana turun
rahmat atas barokah Al Qur'anul kariim.
- Tim Ustadz -
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → KALKULASI DAHSYAT MEMBACA AL-QUR’AN
Diposting oleh
Unknown on Selasa, 21 Mei 2013

Dari
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rosulullah shallallahu ‘alaihi
wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan
menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan
keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari
arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819,
Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam
Al-Kubra no. 10665).
Makna hadits:
- Barangsiapa yang senantiasa beristighfar dalam segala kondisi atau meminta
ampunan Allah setiap kali melakukan kemaksiatan atau menghadapi musibah.
- niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang
menderanya: Allah akan menghilangkan segala kesedihan dan kegalauan yang
menyempitkan jiwanya, dan menggantikannya dengan kelapangan dada dan
kebahagiaan.
- jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya: Allah akan memberikan
solusi dan jalan keluar atas segala kesempitan dan problematika kehidupan yang
sedang ia alami.
- dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka: Allah
memberinya rizki dengan cara yang tidak pernah ia duga dan pikirkan sebelumnya.
(Syamsul Haq ‘Azhim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, 4/267).
Para ulama menyatakan bahwa sanad hadits di atas lemah karena kelemahan seorang
perawi bernama Hakam bin Mush’ab. Meski demikian makna hadits di atas adalah
benar dan dikuatkan oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan banyak hadits shahih.
Imam Mulla Ali Al-Qari Al-Harawi (wafat tahun 1014 H) menyatakan bahwa hadits
di atas bersumber dari firman Allah Ta’ala:
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikannya
untuknya jalan keluar dan Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka. Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah semata niscaya
Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya. Dan
Allah telah menetapkan ketentuan atas segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]:
2-3).
Makna hadits di atas juga ditegaskan oleh firman Allah melalui lisan nabi Hud
‘alaihis salam:
“Wahai kaumku, mintalah ampunan Rabb kalian kemudian bertaubatlah kalian
kepada-Nya, niscaya Dia mengirimkan dari langit hujan yang deras kepada kalian
dan menambahkan kekuatan atas kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling
dengan menjadi orang-orang yang banyak berbuat dosa.” (QS. Hud [11]: 52)
Juga firman Allah melalui lisan nabi Nuh ‘alaihis salam:
Maka aku katakan kepada kaumku: “Mintalah ampunan Rabb kalian karena
sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan dari langit hujan
yang deras kepada kalian, mengaruniakan kepada kalian limpahan harta dan
anak-anak, menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan untuk kalian
sungai-sungai.” (QS. Nuh [71]: 10-12)
Salah satu ciri hamba-hamba Allah yang sholeh dan meraih syurga adalah banyak
beristighfar, terlebih pada sepertiga malam yang terakhir, sebagaimana
dijelaskan dalam surat Ali Imran [3]: 17 dan Adz-Dzariyat [51]: 18. Rosulullah
shallallahu ‘alaihi wa salam sendiri telah memberi tauladan kepada umatnya
dengan beristighfar minimal sebanyak 70 kali dalam sehari semalam. Maka sudah
selayaknya bagi kita untuk menjadikan istighfar sebagai bagian penting dalam
hidup kita sehari-hari. Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → ISTIGHFAR MELAPANGKAN KEGUNDAHAN DAN MERINGANKAN BEBAN
Diposting oleh
Unknown on Rabu, 15 Mei 2013

Sholat berjama'ah memiliki banyak keutamaan di bandingkan dengan sholat sendirian.
Bukan hanya keutamaan yang terpaut antara 25 atau 27 derajat, orang yang
melakukan sholat berjama'ah akan mendapatkan ampunan dosa dari setiap
langkahnya menuju masjid. Bahkan siapa yang menjaga sholat berjama'ah hingga
tidak pernah tertinggal dari takbiratul ihram imam selama 40 hari, maka ia akan
mendapat penjagaan Allah dari melakukan kenifakan sehingga di akhirat akan
terbebas dari api neraka.
Imam al-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, ia
mengatakan, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
"Barangsiapa yang sholat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah
dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis
untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari
sifat kemunafikan." (HR. Tirmidzi, dihasankan di kitab Shahih Al Jami’
II/10894).
Di dalam hadits ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan
keutamaan dan janji di atas:
- Melaksanakan sholat dengan ikhlash karena Allah.
- Sholat tersebut dilaksanakan dengan berjama'ah.
- Menjaga jama'ah selama 40 hari (siang dan malamnya).
- Mendapatkan takbiratul ihramnya imam secara berturut-turut.
Dzahir hadits menunjukkan syarat untuk terus-menerus selama 40 hari, tanpa
diselang dengan absen dari jama'ah atau terlambat. Hal tersebut didukung oleh
hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman, dari Anas bin
Malik radliyallah 'anhu:
"Siapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) sholat-sholat wajib selama
40 malam, tidak pernah tertinggal satu raka'atpun maka Allah akan mencatat
untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari
kenifakan." (HR. Al-Baihaqi, Syu'abul Iman, no. 2746).
Kata "Muwadhabah" menuntut dilakukan berturut-turut dan tidak
diselang dengan absen dari berjama'ah atau masbuq (terlambat) sehingga tidak
mendapatkan takbiratul ihram imam.
Kesimpulannya, pahala yang disebutkan dalam hadits hanya bagi orang yang telah
melaksanakan sholat berjama'ah selama 40 hari dan mendapatkan takbiratul ihram
imam secara terus menerus. Dan diharapkan bagi setiap orang yang berusaha
mendapatkan takbiratul ihram imam dalam jama'ah mana saja (di masjid jami' atau
di mushala) supaya mendapatkan pahala yang dijanjikan itu dan tidak dikurangi
sedikitpun. Tapi, tidak diragukan lagi seseorang mendapatkan pahala sesuai
dengan kemampuannya. "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang
yang berbuat baik".
( Makna takbiratul ihram imam )
Ada yang berpendapat, di antaranya Mula al-Qaari dalam al-Mirqah, bahwa maksud
mendapatkan takbiratul ihram imam bisa mengandung makna mendapatkan raka'at
pertama imam, yaitu sebelum imam ruku'. Yang berarti dia mendapatkan sholat
secara lengkap dan sempurna bersama jama'ah yang ditandai dengan mendapatkan
rakaat pertama. Namun menurut pengarang Tuhfah al-Ahwadzi, bahwa pemahaman ini
jauh dari benar. Yang lebih rajih adalah memahaminya sesuai dengan dzahir
nashnya. Hal ini sesuai dengan perkataan Abu Darda' radliyallah 'anhu secara
marfu' ke Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
"Setiap sesuatu memiliki permulaan. Dan permulaan sholat adalah takbir
pertama (takbiratul ihram), maka jagalah takbir pertama itu." (Dikeluarkan
oleh Ibnu Abi Syaibah).
Sa'id bin Musayyib pernah berkata, "Aku tidak pernah ketinggalan takbir
pertama dalam sholat (berjama'ah) selama 50 tahun. Aku juga tidak pernah
melihat punggung para jama'ah, karena aku berada di barisan terdepan selama 50
tahun." (Hilyah Auliya: 2/163).
Dalam keterangan yang lain beliau pernah menyatakan, "Sejak tiga puluh
tahun, tidaklah seorang mu'adzin mengumandangkan adzan kecuali aku sudah berada
di masjid."
Muhammad bin Sama'ah at Tamimi rahimahullah menyatakan selama empat puluh tahun
tidak pernah tertinggal takbiratul ihramnya imam, kecuali ketika ibunya
meninggal."
Orang yang bersemangat untuk mendapatkan takbiratul ihram imam dalam setiap
sholat menunjukkan kuatnya agama atau keimanan orang tersebut. Karenanya,
hendaknya seorang muslim mendidik dirinya untuk menjaga syiar Islam yang agung
ini, memperhatikan dan menjaga sholat berjamaah serta berusaha mendapatkan
takbir pertama imam.
Sumber:www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → RAHASIA BILANGAN "EMPAT PULUH" DALAM SHOLAT BERJAMAAH
Diposting oleh
Unknown on Minggu, 05 Mei 2013

Tidak
ada dosa yg tidak diampuni, semuanya diampuni. Asalkan Taubat Nasuha, menyesali
sedalam-dalamnya dan tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. Terlebih yang sifatnya dosa besar. Niatan mau menebus
kesalahan, takut akan azab Allah SWT sangat bagus, Hadist: Sebaik-baiknya orang
berdosa ialah mereka yang mau taubat. Sedangkan manusia gak luput dari kesalahan. Ampunan-Nya sungguh luas gak bertepi, yang namanya ada
orang sebagai pemaaf jelas berbeda dengan Allah yang maha pengampun.
Taubat ada keistimewaan, Allah SWT menyambut mereka
yang kembali, dan selanjutnya tinggalkan lingkungan buruk, atau hal-hal yang mendekati
dosa.
Amalan dari hadist Shahih buat menjaga dan
membersihkan hati dari Tipuan setan dalam hadist shahih bukhari muslim baca 100x
shubuh dan ashar:
"Laa ilaaha ilallaah wahdahulaa syarikalah
lahulmulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syain qodiir".
Tidak ada tuhan selain Allah tidak ada sekutu
baginya semua kerajaan dan pujian, Dia maha kuasa atas segala sesuatu
Selain pahala dan ampunan melimpah, bahkan tidak
ada yang menyaingi amalan tersebut kecuali mereka yang membacanya dengan jumlah
lebih dari 100. Allah menjanjikan hati dan jasad kita akan dijaga dari tipudaya
setan. Seperti riya, syahwat, emosi, gundah dan sebagainya. Buktikan. Allahu A'lam.
Sumber:http://www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → TAUBAT DAN AMALAN PENJAGA HATI DARI MAKSIAT
Diposting oleh
Unknown on Jumat, 03 Mei 2013

Seorang
muslim semestinya menjadi orang yang dinamis dan penuh semangat. Karena setiap
dari amalnya tidak akan disia-siakan oleh Rabb-nya. Kerjanya mencari nafkah
untuk keluarganya dan semua usahanya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya, Namun
perlu diingat, ia tidak boleh hanya bersandar kepada usahnya semata. Tapi
haruslah ia mentawakkalkan usahanya kepada Allah dengan berdoa,
berharap, dan menyerahkan hasil puncaknya kepada Tuhannya. Sehingga ia berada
pada maqam Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in.
Mengandai-andai di kala terjadi sesuatu yang tidak
sesuai keinginan akan membuka pintu setan, yakni akan menyebabkan cacian,
lemah semangat, marah, was-was, merana dan sedih. Semua ini termasuk dari
perbuatan setan sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang membuka
kesempatan pada setan untuk menggoda hamba dengan kalimat pengandaian ini.
Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan agar melihat kejadian
itu dari sudut pandang takdir. Ia meyakini, apa yang sudah Allah takdirkan
atasnya pasti itu akan menimpanya, tak seorangpun yang sanggup menghalau dan
menolaknya.
Sumber Doa:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu,
Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ
مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ
بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ
كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ
تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih
dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada
kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan
kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah
janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya
hasilnya akan lain." Akan tetapi katakanlah, "Allah telah
mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Sebab,
mengandai-andai itu membuka pintu setan." (HR. Muslim).
فَعَلَ شَاءَ وَمَا اللَّهُ قَدَّرَ
Qaddarallahu Wamaa Syaa-a Fa'ala
"Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia
kehendaki Dia Perbuat."
Boleh juga diucapkan:
فَعَلَ شَاءَ وَمَا اللَّهِ قَدَرُ
Qadarulluhi Wamaa Syaa-a Fa'ala
"ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia
kehendaki Dia Perbuat."
Setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang boleh
jadi tak diketahuinya dan tak terlihat oleh matanya. Sehingga saat terjadi
sesuatu yang berbeda ia tetap tenang dan semangat. Ia tidak melemah dan
menyesali usahanya tersebut. Karena penyesalan hanya akan menghapuskan amal
kebaikan yang sudah dikumpulkannya. Apalagi sampai mengandai-andai, kalau saja
ia memilih usaha atau melakukan sesuatu yang lain tentu tidak terjadi apa yang
sudah terjadi. Padahal apa yang sudah terjadi itu adalah takdir yang sudah dicatat jauh-jauh sebelum itu diperbuat, diketahui dan dikehendaki
oleh-Nya. Karenanya ucapan semacam itu termasuk bagian yang bertentangan dengan
rukun iman ke enam, iman kepada takdir yang baik dan yang buruk (menurut kita).
Syarh
Riyadhus Shalihin, pernah terjadi kecelakaan pesawat yang berangkat dari Riyadh
menuju Jeddah. Di dalamnya terdapat penumpang sangat banyak, lebih dari 300
penumpang. Terdapat salah seorang calon penumpang yang sudah membeli tiket
berada di ruang tunggu sampai tertidur. Tatkala diumumkan bahwa pesawat segera
berangkat, para penumpang memasuki pesawat. Sementara seorang penumpang tadi
masih terlelap dalam tidurnya. Saat ia bangun, pintu pesawat sudah tertutup. Ia
sangat menyesal dan jengkel. Kemudian Allah menetapkan takdir-Nya dengan
hikmah-Nya, pesawat tersebut mengalami kecelakaan, terbakar. Semua penumpangnya
tewas. Subhanallah, laki-laki yang tertidur tadi selamat dari kecelakaan karena
tertidur. Ia marah karena tertinggal pesawat, tapi kejadian itu malah membawa
kebaikan untuk dirinya. Semoga kita menjadi orang cerdas yang senantiasa
beriman kepada Allah dan takdir-Nya, serta selalu berbaik sangka kepada-Nya.
Amiin.
Sumber:http://www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → DO’A PENGUAT JIWA DAN KINERJA
Diposting oleh
Unknown on Rabu, 17 April 2013

Sunnah
membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam
Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini
berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat
disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya
matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ
أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari
Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR.
Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini
dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini
adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi dalam Shahih al-Jami’, no.
6470).
Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan
bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya
berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).
Al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan
dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau
“malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk
malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya.
(Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).
DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih
min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan
untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi
berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).
Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang
disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada
siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada
hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit.
Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya,
sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى
نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin
laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di
sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)
Balasan kedua bagi orang yang membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi
inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan
akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:
إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu
menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114).
Sumber: http://www.facebook.com
Baca selengkapnya tentang → DIANTARA AMALAN MALAM JUMAT YANG DIUTAMAKAN
Diposting oleh
Unknown on Jumat, 29 Maret 2013

Rosulullah Shallallahualaihi
wa sallam bersabda yang artinya, Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di
malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan
setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi (HR. Al-Bukhari). Jadi sebelum
tidur nanti, hendaknya kita merutinkan amalan ini. Dan ini Salah satu sebab
masuk ke dalam syurga, tetapi tentunya
maksud membaca disini sesuai Amaliah Rosulullah SAW agar sempurna amalan kita,
yaitu benar bacaannya, faham artinya, mengamalkan konsekuensi Tauhidnya.
Rosulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda
yang artinya, Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai sholat, maka
tidak ada yang menghalanginya masuk syurga kecuali kematian (HR. An-Nasa-i,
dinilai shahih oleh Al-Albani).
Rosulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda
yang artinya, Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat
Kursi (karena di dalam ayat tersebut telah mencakup Nama dan Sifat Allah).
Beberapa hadits di atas menunjukkan keutamaan yang
terdapat dalam Ayat Kursi. Apabila kita merutinkannya, maka akan kita dapati
keutamaan yang sangat banyak. Hendaknya setiap muslim bersemangat kepada apa
yang bermanfaat baginya.
Karena Ayat Kursi sendiri bukanlah ayat yang
panjang dan sulit untuk dihapal, diperbaiki bacaannya, faham maknanya serta
diamalkan. Seperti ayat ini mengenai kerajaan Allah, maka dituntut keimanan dan
ketundukkan hati keada semua firman-Nya tanpa bantahan. Dia harus diagungkan
sebenarnya didalam hati bukan malah menganggap remeh ibadah, melanggar Syariat
dimana menyalahi tuntunan Rosulullah SAW dan shahabat didalam menjalankan
Islam.
Semoga Allah mudahkan. Amin
-Tim Ustadz-
Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Baca selengkapnya tentang → KHASIAT AYAT KURSI
Diposting oleh
Unknown on Selasa, 26 Februari 2013
Baca selengkapnya tentang → DO'A KEMUDAHAN SEMUA URUSAN
Diposting oleh
Unknown on Rabu, 09 Januari 2013

Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ
ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ
اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ
عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ
النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
"Setan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat dia tidur dengan
tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia membisikkan padamu: “Malam masih panjang,
tidurlah!” Jika dia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka lepaslah satu
ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah dua ikatan. Dan jika dia melanjutkan
dengan sholat, maka lepaslah seluruh ikatan itu. Sehingga pada pagi harinya dia
menjadi sangat semangat dan sehat jiwanya. Namun jika tidak, maka dia akan
memasuki waktu pagi dengan jiwa yang buruk dan penuh kemalasan.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Mengatasi tipu daya dan gangguan syetan ini, seorang muslim diperintahkan
mengikuti beberapa langkah beriku ini:
1. Berwudhu sebelum tidur walaupun ia berhadats kembali sesudah itu, maka itu
tidak mempengaruhi.
2. Sholat witir lebih dahulu sebelum tidur.
3. Menggabungkan kedua telapak tangannya dan membacakan di dalamnya surat
al-Ikhlash dan al-Mu'awwidzatain (surat Al-Falaq dan al-Nas) kemudian meniupkan
ke dalamnya, lalu mengusapkan keduanya kepada badannya yang dimulai dari
kepalanya.
4. Membaca ayat kursi dengan penuh perenungan dan penghayatan, maka ayat
tersebut akan melindunginya dari setan sampai datangnya pagi.
5. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.
6. Membaca Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali, Tahmid (Al-Hamdulillah)
sebanyak 33 kali, dan Takbir (Allahu Akbar) sebanyak 34 kali.
7. Meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya dan tidur dengan miring ke
kanan, menjadikan lambung kanan sebagai tumpuan lalu berdoa,
8. Kemudian berzikir hingga ia tertidur,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ
وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ
مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ
وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ
"Ya Allah, sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku
kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut
terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri
dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku telah beriman kepada Kitab-Mu
yang telah Engkau turunkan dan (beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau
utus."
Hal ini didasarkan kepada riwayat Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, bahwa
Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ
عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى
إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً
وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ
بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ
مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى
الْفِطْرَةِ
"Apabila kamu hendak tidur maka berwudhu'lah sebagaimana wudhu untuk
sholat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, lalu bacalah: "Ya Allah,
sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan
aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut terhadap-Mu.
Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari
(ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku telah beriman kepada Kitab-Mu yang
telah Engkau turunkan dan (beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau
utus."
Jadikan kalimat-kalimat itu sebagai perkataan terakhirmu, karena jika engkau
mati pada malam itu maka engkau meninggal di atas fitrah." (HR. Bukhari
dan Muslim) Wallahu A'alam.
Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151171395526840&id=109056501839
Baca selengkapnya tentang → DELAPAN TIPS MENGATASI SETAN MALAM