DI DALAM NAUNGAN ISLAM KEBENARAN HAKIKI

Diposkan oleh arti hidup on Selasa, 14 Mei 2013

Manusia dalam perjuangan hidupnya senantiasa menghadapi dua pilihan. antara Al-Haq dan Al-Batil, antara kebaikan dan kejahatan. Mereka akan selalu diuji dengan dua hal tersebut, untuk menentukan siapa yang lulus dan siapa yang tidak, dari sini bisa diketahui siapa yang melenceng dan siapa yang konsisten pada jalan kebenaran, sebagaimana firman Allah: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-anbiya':35).

Sebenarnya, bukan karena suka dan tak suka kepada Al-Haq, akan tetapi karena dorongan hawa nafsu manusia tidak simpati kepada Al-Haq, atau karena rasa takut dan cemas kepentingan dirinya terganggu, maka iapun berpaling dari Al-Haq. Bahkan tak sampai di situ saja malah ia menjadi benci dan menentang Al-Haq. Sebab pada hakikatnya Al-Haq itu menentang kedzaliman, menuntut keadilan, memaksa orang membuka mata kalau sudah tiba di hadapannya,.

Al-Haq menuntut dan menyuruh seseorang tidak hanya sanggup melihat kuman di seberang lautan, akan tetapi tak mampu melihat gajah di pelupuk mata, Al-Haq menuntut agar tak mau berminyak-minyak air, agar mengiyakan saja segala titah yang datang dari atas, walaupun salah dan batil masih berjalan seiring dan seirama.

Al-Haq memerintahkan agar orang jangan membiasakan mau menggunting dalam lipatan dan menusuk kawan seiring. Al-Haq menuntut agar orang jangan munafik, lain di mulut lain di hati, agar jangan telunjuk lurus kelingking berkait, supaya Al-Haq itu disampaikan apa adanya, meskipun itu pahit di rasa. sebagaimana firman Allah:

"Dan jika haq yang mereka tundukkan kebawah hawa nafsu mereka, alamat akan rusak dan binasalah langit dan bumi dengan segala apa yang ada di dalamnya." (QS.Al-mu'minun: 72).

Kebenarannya tidak diragukan, dan sedikitpun tidak bercampur dengan kebatilan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya:

"Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan dari Tuhan yang maha Bijaksana dan Maha Terpuji." (QS. Fushshilat:42).

Allah berfirman di dalam Al-Qur'an: "Dan Kami turunkan Al-Qur'an dengan haq dan sebenar-benarnya, dan Al-Qur'an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan kami tidak mengutus engkau, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (QS. Al-Isra':105).


Sumber:www.facebook.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar