KEHIDUPAN SEPERTI RODA YANG BERPUTAR

Diposkan oleh arti hidup on Minggu, 19 Mei 2013

Kadang gelak tawa menyertai kita, kadang haru tangis menyelimuti kita, kadang kemarahan menguasai emosi kita, kadang kesemuanya itu bercampur, berbaur menjadi satu. Itulah warna kehidupan kita. Kadang terang, kadang meredup, kadang kelabu, kadang hitam, gelap dan kelam. Yang pasti bukan hanya anda hamba Tuhan yang paling malang. Mengapa kita selalu merasa seperti itu? saat tertimpa masalah, saat mendapat musibah, saat menjalani hidup yang berat? mengapa?

Karena kita kurang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada kita. Cobalah kita ingat kembali bahwa di dunia ini masih banyak orang yang lebih malang daripada kita. Kita patutnya bersyukur meski kita sedang tertimpa musibah atau sedang menghadapi suatu masalah yang berat . Itulah cobaan kehidupan.

Ingatlah bahwa hidup selalu berputar, tak selamanya kita diatas, tak mungkin selamanya kita berada dibawah, karena Allah maha “ADIL”.

Ketahuilah saat esok hari tiba, masalah yang menimpa kita akan menjadi “masalah hari kemarin”.

Satu minggu berlalu masalah itu akan menjadi “masalah di minggu lalu”.

Satu bulan berjalan, masalah itu akan menjadi “masalah di bulan lalu”.

Dan begitu seterusnya, maasalah itu makin lama pasti akan menjauh, hingga menjadi “sebuah masalah di tahun lalu” , “sebuah masalah di masa silam”. dan seterusnya hingga masalah itu hanya akan menjadi ”suatu kenangan yang pernah lewat dalam kehidupan kita.”

Maka dari itu, janganlah pernah bingung, jangan khawatir, jangan putus asa, serta jangan menyerah saat kita tertimpa suatu masalah. Tetaplah tegar dan tabah dalam menjalani suatu masalah. Berpikirlah jauh ke depan. Ingatlah bahwa hidup tidak akan pernah terhenti sampai disitu saja, hidup akan terus berjalan dan berputar, Yakinlah bahwa itu semua akan segera berakhir. Yakinlah bahwa anda bisa melaluinya

Allah SWT Berfirman : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." ( QS Al Baqarah : 286 ).



- Tim Ustadz –


Sumber:www.facebook.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar