BUNDA PAHLAWAN DUNIA DAN AKHIRAT

Diposkan oleh arti hidup on Selasa, 07 Mei 2013

Kisah inspiratif pada Thomas Alfa Edison. Dia adalah seorang anak tuna rungu, yang bahkan dibilang bodoh oleh guru disekolahnya sendiri. Dia akhirnya keluar sekolah, yang hanya dinikmatinya selama tiga bulan. Tapi cerita sedih itu berubah saat dia telah tumbuh dewasa. Thomas berhasil memegang rekor 1093 penemuan yang dipatenkan atas namanya. Dan diakhir cerita, jadilah dia salah satu superstar, ilmuwan hebat dunia yang sangat mendunia.

Dari cerita diatas, mungkin muncul pertanyaan dalam diri kita, siapakah yang menjadi motivator manusia hebat tersebut?

Siapakah tokoh heroik yang telah sukses mengantarkan mereka menuju kesuksesan? Apa definisinya ?

Jawabnya tidak lain adalah para ibu mereka.

Ibu mereka tidak hanya sekedar melahirkan dan menyusui. Tapi lebih dari itu, profesi mereka sebagai seorang ibu yang bahkan tidak dinilai dengan uangpun, mereka jalankan dengan baik. Pengayoman, pendidikan, perhatian, dengan setulus-tulusnya, mereka berikan demi masa depan si anak. Karena itu tak berlebihan jika kita menyebut bahwa Ibu adalah kata lain dari kasih sayang.

Mungkin para ibu tersebut tidak memiliki kepandaian dalam hal ilmu seperti anak-anak mereka yang melegenda. Namun para ibu itu adalah satu-satunya yang memiliki ketulusan dan keikhlasan untuk mereka, anak-anaknya.

Masihkah kita ingat kisah tentang Nabi musa? Ibunya yang dengan ikhlas menjalankan perintah Allah untuk menghanyutkan nabi musa, walau nabi musa saat itu masih bayi. Suatu hal yang memang jika dinilai dengan nalar atau batin seorang ibu, pastilah tidak akan tergapai. Namun begitulah keikhlasan itu yang ada dalam hati para ibu tersebut, yang menyelamatkan anaknya.

Hal yang sama juga terjadi pada ibu Imam syafii. Beliau yang rela melepas anaknya untuk merantau untuk mendapatkan ilmu. Walau dengan linangan air mata, sang ibu rela dengan harapan dan doa, bahwa anak-anak mereka kelak akan menjadi seorang yang sukses.

Jasanya bunda sejati tidak hanya sukses didunia yg gak seberapa, tetapi juga mutlak ada visi mengutamakan keselamatan bahkan berprestasi di akhiratnya, hingga kedua orangtuanya pun berhasil abadi.

Maka jika kita telah menjadi orang yang sukses hari ini, ingatlah bahwa ibu kita lah yang mengantarkan kita untuk bisa menjadi seperti sekarang ini.

Doa, kasih sayang, dan perhatian terbaik yang selalu dipanjatkannya adalah hutang terbesar yang tidak akan mampu kita bayar, bahkan dengan nyawa kita sekalipun.

Lalu, sudahkah hari ini kita menyapa beliau, dan mendoakan yang terbaik pula untuk beliau?

Bagaimana pula akan lahir para Ibu yang teladan bila kaum wanitanya dibiarkan tidak dididik dan dinasihati dari kerusakan zaman yang sarat nilai-nilai maksiat?

Semua bahan renungan dan kewajiban kita yang akan ditanya Allah SWT diyaumil akhir, semoga Allah SWT memberikan kemudahan kita saling mendukung membentuk generasi shalih yang mencintai Agama-Nya. Aamiin.


Sumber:http://www.facebook.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar