UJE DAN CATATAN JAMAAH

Diposkan oleh arti hidup on Jumat, 12 Juli 2013

Dua tahun yang lalu, masih ingat waktu itu ketika saya menonton acara ceramah di TV, Uje yang saat itu jadi pengisi berkata (kurang lebih begini), "Mumpung ramadhan, ayo nutup aurat. Ini ramadhan, preman ke masjid pun nggak akan ada yang heran." Maksudnya, ketika di bulan-bulan lain mungkin orang agak canggung melakukan perubahan, tapi di bulan ramadhan ini tidak. Siapa yang akan mencela? Ini ramadhan. Bulan perbaikan.

Saya waktu itu belum menutup aurat. Keinginan itu sudah ada. Tapi belum menemukan momen yang pas. Saya kira saudari-saudariku disana juga banyak yang merasakan apa yang saya rasakan dulu. Ditengah anjuran, ajakan, bahkan tekanan untuk berjilbab dan keinginan itu benar-benar ada tapi tak tahu harus mulai darimana, kapan, bagaimana. Ah, perasaan itu. Saya masih merasa sesak kala mengingatnya. ')

Akhirnya ramadhan itu saya putuskan untuk menutup aurat. Berjilbab. Memang bukan jilbab besar yang menjuntai. Memang belum berhijab secara sempurna. Tapi rasanya, masya Allah, bahagia dan tenang sekali. Rasanya memang seperti itulah aku seharusnya. Rasanya begitu dekat dengan Allah.

Saudari-saudariku, tentu kalian sudah tahu inti dari tulisan ini. Ya, bahwa ramadhan adalah momentum yang tepat untuk perubahan kita. Menutup aurat. Tidak muluk-muluk, simpel sekali. Saya berpikir untuk menuliskan dalil-dalil tentang kewajiban menutup aurat, ah, tapi tidak usahlah. Kalian pasti sudah tahu. Saya hanya ingin meyakinkan kalian disini, ayo jangan tunda lagi. Allah pasti senang sekali terhadapmu. Dan ramadhan kali ini pasti akan jadi ramadhan paling mengesankan di hidupmu.

Ingat, selalu ada saat pertama bagi setiap orang. Saat pertamamu berjilbab, mungkin akan jadi saat yang tidak mudah, penuh kecanggungan. Tapi maukah kau melewatkan saat pertama kali kau merasa Allah benar-benar menyayangimu dan begitu dekat denganmu?


Sumber:www.facebook.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar