SHOLAT SUNNAH RAWATIB SESUDAH SHOLAT JUMAT

Diposkan oleh arti hidup on Kamis, 18 April 2013

Dari Abdullah bin Umar Radliyallaahu 'Anhu pernah menggambarkan sholat sunnah Rosulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dalam perkataannya,

فَكَانَ لَا يُصَلِّي بَعْدَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ

“Adalah beliau tidak pernah melaksanakan sholat (sunnah) sesudah Jum’at sehinga beliau pulang, lalu sholat dua rakaat di rumahnya.” (HR. Muslim, no. 1461).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا

"Apabila salah seorang kalian telah (selesai) shalat Jum'at, maka hendaknya ia sholat empat rakaat sesudahnya." (HR. Muslim dan al-Tirmidzi, lafadh milik Muslim).

Hadits yang menerangkan dua rakaat bersifat fi'liyah, yakni berupa perbuatan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sedangkan hadits yang menunjukkan empat rakaat bersifat qauliyah, berasal dari sabda beliau.

Sebagian ulama lebih mendahulukan sabda daripada perbuatan beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sehingga menyimpulkan: sholat rawatib sesudah Jum'at sebanyak empat rakaat. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Mas'ud, Sufyan Tsauri, dan Ibnul Mubarak radhiyallahu 'anhum.

Sebagian lagi mengambil jalan dengan mengumpulkan antara qaul dan perbuatan. Sehingga ia menyimpulkan: Sholat sunnah rawatib sesudah Jum'at sebanyak enam rakaat. Ini yang terlihat dari pendapat Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhum.

Diriwayatkan dalam ash-Shahihain, bahwa Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sholat dua raka’at di rumahnya (setelah sholat jum’at). Setelah itu makan siang dan istirahat, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Sahabat Sahl bin Sa’d radhiyallahu 'anhu dia berkata: "Tidaklah kami tidur (siang) dan makan siang kecuali setelah sholat jum’at."

Sebagiannya lagi ada yang memahami hadits qauliyah di atas, dua rakaat di masjid dan dua rakaat lagi di rumah. Ini dipilih untuk menggabungkan dengan hadits yang menerangkan sholat beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam di rumahnya yang hanya 2 rakaat.

Sesungguhnya persoalan dalam urusan ini sangat luas dan lapang. Diberi pilihan untuk memilih dan tidak boleh saling menyalahkan, karena masing-masing memiliki landasan hadits yang shahih. Sedangkan keragaman pendapat tersebut juga telah dialami oleh para sahabat ridhwanullah 'alaihim ajma'in. 


Sumber: http://www.facebook.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar