UJIAN MADESU DAN GENERASI TERSUKSES

Diposkan oleh arti hidup on Jumat, 18 Januari 2013

Pada akhirnya Rosulullah SAW dan Sahabatnya sukses , tersukses malah, menundukkan kaum Musyriq Quraisy, imperium Romawi dan Persia dua negara adidaya ketika itu, kaum pecinta dunia yang tadinya jauh diatas menjadi lewat. Apa rahasianya ? Nah ini dia yang jarang mau ngegali, segala sesuatunya ada ilmu dan hikmah yg kudu kita laluin bareng. Ilmu yang
hebat ya jelas ilmunya Allah, dan para pengamalnya yg paling bener adalah kaum Mu'min yang menyertai Rosulullah SAW dahulu.

( Madesu-Masa Depan Suram )

Padahal umat Islam generasi awal saat dimakkah penuh dihujat, dikucilkan bahkan sampe diembargo oleh Abu Jahal dll. Dimana Rosulullah SAW yang kala itu Pengusaha sakses dikala muda, seketika habis mengorbankan hartanya, begitu juga siti Khadijah yang setia mendampingi sampe habis hartanya dijalan Allah.

Gak sempet dah jualan, yang ada ialah menyerukan kalimah Allah, kepada semua kalangan pembesar, maupun awam agar kembali kepada Qur'an dan Sunnah.

Menyampaikan Syariat Allah, sehingga kaum Quraisy terutama pembesarnya menjadi sangat terancam akan agamanya, tradisinya, ajaran-ajaran nenek moyangnya digantikan oleh Islam. Sampein walau pahit, agar jelas dan lurus. Kala itu berbagai fitnah datang silih berganti kepada Umat Islam demi memudarkan semangat mereka membesarkan Allah didalam kehidupan. Kala itu pengikut Nabi bagai madesu, alias masa depan suram.

Terlebih ketika hijrah ke Madinah, meninggalkan omset, asset, klien, bahkan rumah artinya dalam keadaan Nol, beneran Madesu bukan?.

Tapi mereka ada jaminan Allah, perintah utama menyampaikan agama Allah, menyerukan manusia agar menjauh dari kejahiliahan, tidak ada yang berkuasa kecuali Allah oleh karenanya menyerukan agar meninggalkan hukum2 buatan manusia yg lahir dari kepentingan hawa nafsu yang berduit saja, dan isinya selalu banyak melanggar perintah Allah SWT.

Dan shalat, infaq, zakat mereka terbaik, menolong agama Allah, didasari dengan niat membesarkan Allah dalam garis yang disyariatkan, bukan dengan pelanggaran, modal ribawi, pencitraan palsu yg akhirnya bukan besarin Allah tapi malah manusia, mereka para shahabat bekerja demi mengejar keredhoannya tanpa pamrih hingga Allah menjadi redho dan semua pintu rahmat menjadi terbuka lebar bagi kaum Muslimin kala itu.

( Pemenang Tersukses )

Ketika mereka membesarkan Allah, menjadi umat Islam yang sesungguhnya. Allah SWT Berfirman: Kamu umat Islam umat yang terbaik, menyuruh yang maruf dan mencegah kemungkaran (QS Ali Imran 103).

Rosulullah SAW membina keimanan umatnya, mengarahkan mereka membesarkan Allah SWT, ibadah membuat mereka kuat jiwanya demi mengemban risalah sbg Umat Islam yang sejati, agar tidak pudar melangkah tantangan, dan disinilah hakikat penghambaan bahwa apa isi tujuan dalam kehidupan ini, dan pekerjaan utamanya yaitu beribadah kepada Allah mengabdi kepada-Nya sebagai aplikasi perjuangan yang bukan isapan jempol dan dengan mudahnya terpedaya dengan propaganda kepalsuan musuh-musuh Allah SWT yang terus berusaha memadamkan cahaya-Nya.

Allah SWT berfirman, Katakanlah: Jika (1) bapak-bapak, (2) anak-anak,(3) saudara-saudara, (4) istri-istri, (5) kaum keluargamu,(6) harta kekayaan yang kamu usahakan, (7) perdagangan yang kamu takuti kerugiannya, dan (8)rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka TUNGGULAH sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang FASIK. ( Surah At-Taubah Ayat : 24)

Ketika kaum Mukmin tinggi imannya, ibadahnya, dan bukti hasil ibadah itu sendiri memenuhi rongga jiwanya maka, ketika itulah kemenangan diberikan Allah SWT. Bahkan jauh dari perkiraan semua logika, saat itu Islam secara singkat menguasai sepertiga dunia, menjadi pilar peradaban. Mukmin yang bersih dalam menjalankan ibadah, tidak dengan kepalsuan, menyembunyikan ayat, memakai Riba sebagai modal, mudah mengikuti sesuatu dari opini, tetapi malah susah mengikuti petunjuk-Nya.

Kenapa ?, karena seruan kepada Allah dan sabar dengan resikonya, kemudian menjaga keluarga dari maksiat, kemudian menyerukan Syariat tanpa menutup-tutupi justru disinilah ujiannya, sesungguhnya pemenang hanya disisi Allah, bersih memakai dari Quran dan Sunnah, jadi bukan ajaran-ajaran selainnya dalam mencapai tujuan. Membesarkan Allah akan menjadi indah kelak, seperti film biasanya jagoan kalah dulu sebuah cerminan umum yang bisa jadi pantas.

Dan pertanyaannya seberapa pengorbanan yang sudah kita berikan kepada-Nya dan apakah itu sudah pantas bagi-Nya ?. Apakah kita malah gampang tertipu dengan dunia hingga menghalalkan segala cara ?

Apakah Allahuakbar dalam shalat masih belum dihayati siapa yang dibesarkan dalam hidup kita. Semoga Allah menolong kaum Muslimin.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar