FATIMAH AZ ZAHRO (Part I)

Diposkan oleh arti hidup on Senin, 08 April 2013

Fatimah adalah putri yang paling dicintai Nabi Saw.  sehingga beliau bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, siapa yang menyusahkannya juga menyusahkanku dan siapa yang mengganggunya juga menggangguku”.

Lahir pada hari Jum’at 20 Jumadil akhir Fatimah adalah putri kesayangan Nabi Saw. Fatimah mendapat gelar Assidiqah (wanita terpercaya), Athahirah (wanita suci) al-Mubarakah (yang diberikahi Allah), al-Muhadatsah (Yang diajak bicara Jibril as), Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab, hasab dan nasab. Dia populer dengan sebutan Fatimah Azzahra (bunga yang mekar semerbak), sayyidatunnisa-i ahlil jannah (Penghulu para wanita di syurga).

Lahir dan dibesarkan di bawah naungan wahyu Ilahi yang diterima oleh ayahandanya Muhammad Saw. Fatimah dibesarkan ditengah atmosfir keluarga suci. Ayahnya adalah manusia termulia dan Ibunya adalah bangsawan terhormat, istri tercinta Nabi, Khadijah al-Kubro. Fatimah kecil tumbuh bersama ayahnya yang mulai menyebarkan Islam.

Sebagai anak yang lekat dengan ayahnya, Fatimah menyaksikan sendiri betapa halangan dan ancaman selalu menerpa ayahnya. Pernah suatu ketika Nabi Saw. dihina, dicaci-maki. Tidak hanya itu, orang-orang kafir melumuri tubuh suci Nabi dengan najis binatang ketika Nabi Saw. sedang sujud, menyembah Allah Swt. Dalam tangis penuh kesedihan, fatimah kecil membersihkan tubuh mulia ayahnya dari kotoran yang ditaburkan oleh kaum Quraish.

Sepeninggal istri terkasih, Khadijah al-kubro, perlakuan kaum kafir semakin menjadi. Sungguh bagaimanapun, Khadijah adalah salah seorang pelindung Nabi. Belum lagi ketika paman Nabi Saw Abu Thalib bin Abdul Mutholib juga meninggal, duka Nabi semakin memuncak. Inilah tahun kesedihan (yaumul huzn). 

Kaum kafir semakin mencengkeram, membabi buta menyerang Nabi. Tetapi dalam masa duka tersebut, tumbuh sekuntum bunga nan suci, penuh aroma syurgawi menenteramkan hati Nabi Saw. Gadis kecil belia kecintaan Muhammad Saw, setiap kali sang ayah dalam duka, dialah penghibur dan pelipur lara. Dialah yang menggantikan peran Ibunya, kasihnya mengalir dalam derai air mata dikala sang ayah diperlakukan tidak manusiawi oleh kaum kafir. Fatimah-lah yang kemudian dalam sejarah oleh Nabi Saw dijuluki Ummu Abiiha (Ibu dari ayahnya).

Allah Swt. selalu meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran, mata, hati dan jiwanya dengan kesempurnaan. Fatimah adalah orang yang paling erat hubungannya dengan Nabi Saw. dan paling menyayanginya. Ketika Nabi Saw. terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air dan membasuh mukanya. 

Baca selanjutnya di FATIMAH AZ ZAHRO (Part II) 

Baca selanjutnya di FATIMAH AZ ZAHRO (Part III)

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar