UTSMAN BIN AFFAN RA

Diposkan oleh arti hidup on Rabu, 13 Maret 2013

Wajah beliau sangat tampan, berperawakan sedang, berdada lebar dan warna kulit sawo matang. Memiliki jenggot dan rambut yg lebat. Beliau adalah seorang saudagar yang kaya lagi dermawan, banyak berbuat kebaikan, lembut perangainya, penyabar, penyayang, suka menyambung kekerabatan, memiliki sifat pemalu dan rajin melaksanakan puasa serta sholat malam. Beliau termasuk jajaran sahabat yang terdahulu masuk Islam.

Ketika itu para sahabat yang masuk Islam baru mencapai 38 orang. Tatkala diketahui masuk Islam, sang paman yang bernama al-Hakam bin Abil Ash bin Umayyah langsung mengikat tubuh beliau seraya mengatakan, Apakah engkau membenci agama nenek moyangmu dan lebih memilih agama yang baru? Demi Allah, aku tidak akan memenuhi kebutuhanmu sampai engkau meninggalkan agama tersebut! Beliau mengatakan, Demi Allah, aku tidak akan meninggalkannya selama-lamanya! Demi melihat teguhnya pendirian beliau, sang paman pun akhirnya meninggalkannya.

(Sebagian Jasa, Prestasi dalam Islam )

1. Menyiapkan bekal untuk pasukan Perang Tabuk.

Utsman bin Affan radhiyallahu anhu menginfakkan harta untuk kebutuhan sepertiga pasukan sebanyak 900 unta dan 100 kuda serta uang sebesar 1000 dinar lebih.

Ibnu Ishaq rahimahullah mengatakan, Utsman telah memberikan infak kepada pasukan perang Tabuk dengan infak yang sangat besar yang belum pernah ada seorang pun yang memberikan infak sebesar itu. Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang mempersiapkan bekal untuk pasukan al-Usrah (perang Tabuk) maka baginya adalah al-Jannah (surga). (HR. al-Bukhari no. 2778).

2. Mewakafkan sumur Rumah untuk kaum muslimin.

Rumah adalah nama sebuah sumur yang cukup terkenal di lembah kota Madinah dan dimiliki oleh seorang Yahudi. Kaum muslimin biasa membeli air dari sumur Yahudi tersebut dengan harga 1 dirham setiap 1 kantong air. Kemudian beliau membelinya dengan harga 20.000 dirham, dan mewakafkannya untuk kaum muslimin.

Dalam perjuangan untuk kepentingan agama Allah dan perjuangan Rasul-Nya, Utsman bin Affan r.a. tidak pernah menghitung-hitung untung rugi. Hampir semua kekayaannya, harta benda dan jiwanya diserahkan untuk kepentingan menegakkan agama Allah. Ia terkenal pula dengan amal perbuatannya, yang dengan uang dari kantong sendiri membeli sumber air jernih BirRomah untuk kepentingan semua kaum muslimin.

Utsman bin Affan r.a. jugalah yang dengan uangnya sendiri membayar harga tanah sekitar masjid Rosul Allah s.a.w., ketika masjid itu sudah terlampau sempit untuk menampung jemaah yang bertambah membeludak. Pada waktu kaum muslimin menghadapi paceklik hebat, pada saat mana Rosul Allah s.a.w. telah mengambil keputusan untuk memberangkatkan pasukan guna menghantam perlawanan Romawi, Utsman bin Affan r.a. lah yang mengeluarkan uang dari koceknya untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya. Ia memang seorang hartawan dan hartanya dihabiskan untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

3. Menyatukan Al-Qur`an dalam satu bacaan

Dalam rangka menyatukan bacaan Al-Qur`an, beliau membentuk panitia kerja yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Dan panitia kerja berhasil menyusun standar salinan Al-Qur`an yang dikenal dengan nama Mushaf Utsmani, untuk kemudian diperbanyak dan dikirim ke berbagai daerah serta memerintahkan untuk menarik semua mushaf yang tidak sesuai dengan Mushaf Utsmani dalam rangka penyatuan bacaan Al-Qur`an.

( Menjabat Khalifah )

Beliau dibaiat sebagai khalifah, 3 hari setelah pemakaman khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu. Tepatnya pada hari Sabtu bulan Muharam tahun 24 Hijriyah (644 Masehi) dalam usia 70 tahun. Pada masa pemerintahan Utsman radhiyallahu anhu, kaum muslimin dengan pertolongan Allahsubhanahu wa taala berhasil menaklukkan beberapa daerah. Daerah-daerah yang ditaklukkan meliputi daerah Ray (Teheran), Hamadzan, benteng-benteng Romawi, kota Sabur, beberapa daerah di benua Afrika sampai berhasil menembus negeri Andalusia (Spanyol), Asbahan, Khurasan, Sijistan, Naisabur, Thabaristan, Thus, Sarkhas, Maru dan Baihaq.

( Mendapat kabar gembira masuk surga )

Dahulu ada seseorang minta izin untuk menemui Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam mengatakan kepada Abu Musa al-Asyari radhiyallahu anhu:

Izinkan baginya dan berilah kabar gembira dengan surga atas musibah yang akan menimpanya. (HR. al-Bukhari no. 3695).

Tatkala pintu dibuka, ternyata orang tersebut adalah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar