BEBERAPA HADIST SHAHIH TENTANG KONDISI DI ZAMAN MODERN

Diposkan oleh arti hidup on Sabtu, 08 Desember 2012

Bila hadit shahih satu cukup jadi hujjah atau dalil, sedangkan hadist shahih yang berjumlah banyak, dan memiliki kesamaan tema, ia adalah mutawattir sangat kuat menjadi hujjah / dalil, permasalahan disini adalah mengenai peringatan Rosulullah SAW Kedepan, kemungkinan besar adalah dimasa ini, dan beberapa ulama membenarkan. Ia adalah suatu mukjizat untuk umat Islam dimasa depan saat Rosulullah SAW sudah meninggal. Relevansinya kesamaan bahwa umat dimasa Nabi hidup, dan setelah dimana Nabi sudah wafat, tetap berlaku mukjizat. Sarana ini buat keimanan kita agar sungguh-sungguh, menguatkan iman, meningkatkan amal dan berdakwah semampunya.

Bab ini soalan ilmu, ilmu agama yang dimaksud. Ia adalah ilmu tentang petunjuk, yang membawa kebaikan dan penyembahan kepada Allah SWT dengan mengutamakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya yang meliputi semua bidang kehidupan.
Adapun hadistnya sbb :

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rosulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu Agama, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih Muslim No.4824)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Rosulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang terjadinya hari kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu akan diangkat, diturunkan kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan. (Shahih Muslim No.4826)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rosulullah saw. bersabda: Hari kiamat semakin mendekat, ilmu akan dicabut, fitnah akan banyak muncul, sifat kikir akan merajalela dan banyak terjadi haraj. Para sahabat bertanya: Apakah haraj itu? Rosulullah saw. menjawab: Yaitu pembunuhan. (Shahih Muslim No.4827)

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata: Aku pernah mendengar Rosulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828)

Marilah direnungkan semoga menjadi bahan perbaikan kita, dikala ilmu petunjuk dari Allah dan Rosul-Nya diangkat, kita saat ini menjumpai banyak pengajian dan majelis, namun kenapa tingkat kejahatan, amoral, kemaksiatan juga malah marak dan meningkat. Simak saja acara buser dan sejenisnya. Ilmu Petunjuk Allah, akan bermanfaat dengan diikuti kaum yang shaleh, menjauhi maksiat, dan menyerukan risalah itulah yang terjadi sepanjang zaman kenabian, mengapa kemaksiatan hari ini mirip dengan masa jahiliyah dulu ? dari segi jumlah dan kualitas mungkin lebih banyak sekarang. Kalo dulu anak dikubur hidup-hidup, sekarang diaborsi, dibuang ditempat sampah bahkan dimutilasi alias dipotong-potong. Ada apakah ini, ya mungkin belum merata mengaplikasikan Islam diseluruh ajarannya, dan juga kurangnya penyampaian mengenai Islam secara keseluruhan.

Padahal dakwah kenabian merata, di lapisan semua umat, tidak hanya yang muslim saja. Semua batasan adalah hasil opini, bukan memaksakan tetapi menyampaikan, masalah tudingan dan fitnah itu dialami semua Nabi dan pengikutnya, jadi seringkali batasan-batasan adalah opini yang dibuat untuk memadamkan cahaya Allah.

Masalah kekikiran ? begitu marak-kah seperti yang disebutkan dalam hadist ?, apakah ada standarisasinya itu butuh ilmu tersendiri, atau mungkin kebanyakan lebih sering menahan dibanding yang mau berkorban, dalam artian bukan hanya harta, tetapi waktu dan tenaga untuk kemaslahatan umat secara umum agar bersama dijalan Allah SWT.

Perbaikan bisa dari keluarga, lingkungan, dan perkumpulan, kalo dasarnya memang mencintai Islam, Allah dan Rosul-Nya itu yang menjadi indah. Keindahan yang besar, semegah kekuasan-Nya yang tak terhingga diakhirat kelak, keindahan yang tidak bisa dibandingkan sama dunia walau dengan secuil, Rumah disana syurga, mungkin bagai istana raksasa satu benua, mungkin bisa terapung melihat pemandangan terbaik, tanpa pengawal, polusi, bencana alam, kebakaran, dan pajak dll. Disana kebahagiaan final, syurga keindahannya jauh dari apa yang difikirkan lintasan hati dan benak. Syurga abadi, didunia efektif membekali diri kita antara baligh sampai umuran 60-70 tahun secara umum, marilah bermuhasabah terus, saling menguatkan agar kita bisa bersama berjalan diatas jalan agama-Nya, dan hanya karena itulah kehidupan ini diamanahkan untuk kita.

Allah SWT Berfirman : Tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku ( QS Adz Dzariat : 56 )

Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151146703016840&id=109056501839

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar