ATSMOSFIR TERBUKTI SEBAGAI ATAP PELINDUNG BUMI KITA

Diposkan oleh arti hidup on Senin, 31 Desember 2012

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di sampin adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)

Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai ATAP yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Bagai atap dirumah kita, Nah maka yakinilah kebenaran janji Allah, mari tingkatkan amal shaleh dan ketakwaan kita sekuatnya, jangan ragu dan bimbang, apalagi pake galau. Semoga Allah memudahkan. Amin.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?ref=stream
Baca selengkapnya tentangATSMOSFIR TERBUKTI SEBAGAI ATAP PELINDUNG BUMI KITA

IBARAT SEEKOR BANGKAI KAMBING

Diposkan oleh arti hidup on Minggu, 30 Desember 2012

Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkisah, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat).

 Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata: Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?, Mereka menjawab, Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini? Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam kemudian berkata, Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian? Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai, jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah dari hinanya bangkai ini bagi kalian (HR. Muslim no.7344).

Keduniaan yang terlampau dicintai, sehingga merusak hatinya, mengakibatkan orang bisa menjual Agama ya Ikhwah. Dibayar sama barat untuk membawa faham liberal, diberi kenyamanan dunia oleh barat memelihara Ahmadiah, dibayar oleh kaum Ghulat, Rafidhah. Ia ngikut, kenapa?

Iman yang lemah, dan kecintaan terhadap dunia dan takut mati sedemikian mewabah. Disinilah pentingnya mengikuti bagaimana Baginda Sayidina Muhammad Rosulullah SAW menyikapi dunia sebagai acuan kita, sekaligus mengikuti Sunnahnya agar tidak berlebihan dalam kehidupan, ketamakan akan membuat hati buta dan mati. Kelapangan hati mencari akhiratlah yang memudahkan manusia menderma bersedekah dengan tanpa perhitungan, kehidupan pun menjadi berkah, dunia dan akhirat malahan terjamin Insya Allah.

Dari Umar Bin Khattab ia berkata, aku melihat bekas tikar di lambung/rusuk beliau, maka aku pun menangis, hingga mengundang tanya beliau, Apa yang membuatmu menangis? Aku menjawab, Wahai Rosulullah, sungguh Kisra (raja Persia) dan Kaisar (raja Romawi ) berada dalam kemegahannya, sementara engkau adalah utusan Allah. Beliau menjawab, tidakkah engkau ridha mereka mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat? (HR. Al-Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 3676).

Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 686).

Sumber:http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?ref=stream
Baca selengkapnya tentangIBARAT SEEKOR BANGKAI KAMBING

MENGAPA MEREKA MENANTANG AZAB

Diposkan oleh arti hidup on Sabtu, 29 Desember 2012

Ada seorang tokoh pegiat paham liberal berkicau di Twitter dengan mengatakan, Kalau betul kaum Luth dihujani batu karena lesbianisme, kenapa Tuhan tidak melakukan hal yang sama sekarang pada mereka? Kok mereka aman-aman saja? Sebenarnya kita tidak perlu terkejut, sebab Al-Quran telah merekam komentar-komentar senada yang dilontarkan oleh kaum terdahulu.

Kesamaan perilaku dan gagasan ini membuat kita semakin yakin terhadap jatidiri kaum mereka ini sesungguhnya. Mari kita lihat sebagian contoh yang diabadikan Al-Quran, agar menjadi nasehat bagi kita semua.

Al-Quran berulangkali menyitir tantangan kaum yang membangkang kepada para Nabi dan Rasul yang diutus untuk memperingatkan mereka. Ketika ayat-ayat Allah dibacakan dan ancaman-Nya diumumkan, dengan penuh kesombongan mereka menantang agar segera didatangkan azab-Nya di dunia ini:

( Allah SWT Berfirman ) Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, dan Allah berkata (kepada mereka): Rasakanlah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan. (QS:al-Ankabut: 53-55).

Kebanyakan manusia menyangka bahwa ditundanya azab menandakan ancaman tersebut hanya gertak sambal. Meremehkan dengan keadaan.

Lihatlah, betapa serupanya anggapan tokoh Liberal diatas dengan mereka! Namun, Allah menjelaskan mengapa menunda azab-Nya:

( Allah SWT Berfirman ) Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan diatas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun! Akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu tertentu. Lalu, apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS:Fathir: 45).

Terkait ayat ini, Syeikh Izzat Darwazah menyatakan dalam at-Tafsir al-Hadits:

Sesungguhnya, kebijaksanaan Allah hendak menguji umat manusia dan memberi mereka kesempatan-kesempatan untuk memilih jalan hidup serta amal perbuatan

Allah tidak tergesa-gesa untuk menjatuhkan hukuman, agar penundaan itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menjadi baik dan memperbaiki diri.

Celakanya, kasih sayang dan kelembutan Allah justru dipersepsi sebagai main-main belaka. Padahal, ada disebutkan dalam Al Quran :

( Allah SWT Berfirman ) Jika engkau melihat singa menampakkan gigi-giginya, jangan menyangkanya sedang tersenyum! Bukankah sunnatullah takkan berubah terhadap musuh-musuh Allah? Teramat banyak negeri yang durhaka telah dimusnahkan dengan berbagai cara, sedangkan segala kedigdayaan mereka lumpuh di hadapan-Nya. (QS: an-Nahl: 45-47).

Hanya saja, mereka lupa bahwa alam ini memiliki Tuhan yang memerintahnya, sedangkan alam tidak pernah membantah Tuhannya sedikit pun (QS:Fusshilat: 11).

Bukankah tidak ada meteor yang jatuh, angin yang menderu, gelombang samudera yang melanda, bahkan tidak selembar daun pun yang rontok kecuali atas izin-Nya? (Qs. al-Anam: 38 dan 59). 

Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (QS. Fathir: 43).

Semua perilaku mereka yang menyedihkan itu bersumber dari kesombongan dan niat-niat jahat. Kicauan para penggagas paham liberal di muka sebenarnya sama dengan pelecehan kaum kafir di masa lampau.

Ia menyangka bahwa masih amannya para pelaku lesbi dan homo menunjukkan tidak berlakunya ancaman Allah, atau dengan kata lain homoseksual dan lesbianisme merupakan sesuatu yang sah-sah saja. Naudzu billah.

Bukankah Allah telah menjadikan kaum Tsamud sebagai contoh? Ketika mereka mendustakan utusan Allah dan melecehkan peringatan-Nya, Allah pun meratakan negeri mereka dengan tanah, dan Dia tidak takut terhadap akibat dari tindakan-Nya itu (QS: asy-Syams: 11-15).

Sebenarnya orang itu dan para pengikutnya hanya menunggu berlakunya sunnatullah. Dan, ketika hal itu terjadi, pastilah sangat tiba-tiba. Ketika itulah mereka akan terdiam berputus asa (QS: al-Anam: 44 dan al-Muminun: 75-77).

Hanya saja, karena mereka ada ditengah-tengah kita, maka kita tidak boleh tinggal diam.

Cegah maksiat, tegakkan nahi munkar, jangan sampai kita semua diam dan dimasukkan Allah Subhanahu Wataala ikut : jadi bagian mereka, sebab, jika Allah murka dan tiba-tiba mengazab mereka, kita pun terkena imbasnya (Qs. al-Anfal: 25). Naudzu billah.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Baca selengkapnya tentangMENGAPA MEREKA MENANTANG AZAB

BALADA SI PEJUANG IBADAH

Diposkan oleh arti hidup on Jumat, 28 Desember 2012

Kenalilah kehidupan, ambil pelajaran didalamnya, apa saja akan mudah hilang bersama waktu, apakah itu harta, rasa, cinta kepada sesuatu materi dan fisik. Salah menempatkan maka tak jarang yang ada ialah penderitaan sakit jiwa dalam berbagai levelnya, Semoga Allah memberikan kita taufiq, Amin.

Semalam misalnya dirinya ketiduran, karena lelah yang hebat, sehingga tahajud menjadi terlalaikan. Maka pagi hari, wajah ketidaknyamanan menyebar pada aktivitas hariannya. Sering murung dan selalu komat-kamit beristighfar. Padahal, dirinya sudah merangkai sholat Dhuha dengan mengqadha tahajud.

Berikutnya, berusaha maksimal untuk mempelajari kualitas ibadah yakni tercapainya kekhusyukan dan keikhlasan. 

Ada kesungguhan dalam menyempurnakan kekurangan ilmu dan bersegera menerapkannya berulang-ulang. Baik dalam prosesi ibadah maupun penerjemahannya dalam amaliyah harian.

Dalam sholat, ia bermujahadah, tunduk, pasrah bersedekap, merendahkan bacaan dan diam tumakninah (QS Thaha: 108). Di luar sholat, memancar kearifan dengan menyibukkan diri dalam muhasabah (introspeksi). Dan meningkatkan amal shaleh sehari-hari, dakwahnya, ahlaknya, sedekahnya, kecermatannya memandang lahan ibadah, dan penghasilan halalnya karena semua bidang kehidupan telah diatur dalam Islam. Bagian dari Islam.

Tanda lain bisa dilihat dari kegemarannya yang tidak putus dalam berdoa. Selalu dalam setiap selesai sholat, terdengar doa-doa permohonan agar dimaafkan segala kekurangan, kesalahan dan diterima semua ibadah.

Dirinya telah memutus kebiasaan selesai sholat meninggalkan tempat (kabur). Sekarang, dirinya terlihat sangat menikmati saat berzikir dan munajat seusai sholat. Di tangannya tasbih terus melingkar.

Di akhir doa, dia merapatkan dahinya pada alas sejadah. Tersungkur dan menangis, bahkan hingga membengkak kedua kakinya (QS Maryam [19]: 58). Menangis karena rasa syukur bisa menikmati ibadah sekaligus rasa takut dengan azab Allah baik di dunia atau di akhirat kelak.

Rumah tangga yang dijalin terlihat, sangat damai dan tidak beriak. Wajah suami-istri dan anak-anak sumringah bahagia. Santun dan penuh khidmat baik pada keluarga maupun pada lingkungan dan tetangganya. Bahkan, sangat senang untuk berkumpul dalam lingkungan yang sama yang berbalut semangat ibadah dan dakwah.

Subhanallah. Menyenangkan dan menenangkan. Begitulah seharusnya efek dari menikmati ibadah. Tentu kita tidak mau ibadah yang kita senangi ini akan menjadi sholat yang hanya tinggal gerak badan tanpa getar hati

Hakikat ibadah yang diterima hanya Allah yang mengetahui. Namun, hal itu bisa dinilai dengan sesuatu yang nampak dari ibadahnya. Di antaranya, hubbul ibadah, sangat senang beribadah atas cinta Allah dan Rasul-Nya yang meresap dalam hatinya, karena ia mengenal kehidupan, Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan hamba-Nya dijalan kebaikan. Ibadah ritual dan kegiatan keseharian hanyalah Allah yang diutamakan, karena hanya Allah saja yang tidak mengecewakan, inilah buah ilmu dan perenungan serta pengkajian kitabullah, merugi bagi yang berjalan tanpa ada senter dalam kegelapan.

Kenalilah kehidupan, ambil pelajaran didalamnya, apa saja akan mudah hilang bersama waktu, apakah itu harta, rasa, cinta kepada sesuatu materi dan fisik. Salah menempatkan maka tak jarang yang ada ialah penderitaan sakit jiwa dalam berbagai levelnya, Semoga Allah memberikan kita taufiq, Amin.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Baca selengkapnya tentangBALADA SI PEJUANG IBADAH

PENCIPTAAN KEHIDUPAN YANG SEMPURNA

Diposkan oleh arti hidup on Kamis, 27 Desember 2012

Tangan Anda yang memegang halaman-halaman buku ini memiliki kemampuan yang tidak bisa disamai oleh tangan robot mana pun. Mata Anda yang membaca baris demi baris buku ini memungkinkan penglihatan dengan pusat pandangan yang oleh kamera terbaik di dunia ini pun tidak mampu tercapai.

Oleh sebab itu, kita sampai pada kesimpulan penting ini: seluruh makhluk di alam, termasuk diri kita, merupakan suatu rancangan.

Hal ini, pada gilirannya membuktikan keberadaan Sang Pencipta, Yang merancang semua makhluk dengan kehendak-Nya, memelihara seluruh ciptaan-Nya, dan memiliki kekuasaan dan kebijaksanaan yang mutlak.

Demikianlah, kekuasaan dan keindahan seni Allah dalam menciptakan tanpa cacat tersebut disebutkan di dalam sebuah surat Al Quran sebagai berikut:

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat Al Hasyr : 24)

Kehidupan ini adalah amanah, dimana semuanya bidang kehidupan ada didalam Al Quran dan Sunnah, tanpa ada yang tertinggal. Genggamlah kedua petunjuk tersebut bukan digenggam dipilah-pilah yang dirasakan enak saja, tetapi keseluruhan sesuai peranan kita masing-masing, disanalah akan diminta pertanggungjawabannya kelak, secara sendiri-sendiri.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Baca selengkapnya tentangPENCIPTAAN KEHIDUPAN YANG SEMPURNA

DIANTARA PENTINGNYA KHUSYU DAN PENYEBABNYA

Diposkan oleh arti hidup on Rabu, 26 Desember 2012

Khusyu’ yang terdapat dalam hati tidak lain dihasilkan dari ma’rifah (pengenal dan ilmu) tentang Allah ‘Azza wa Jalla dan ma’rifah tentang keagungan-Nya. Barangsiapa yang semakin mengenal dan berilmu tentang Allah, maka dia makin khusyu’ terhadap-Nya. Di antara sebab terbesar tercapainya khusyu’ adalah mentadabburi Kalamullah. Allah telah mencela orang yang tidak khusyu’ ketika mendengar Firman-Nya. Allah berfirman :

﴿ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴾

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyu’ hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” [Al-Hadid : 16]

Bahkan Allah mengancam pemilik hati yang keras dengan firman-Nya :

﴿ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللهِ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ﴾

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah mengeras hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. [Az-Zumar : 22]

Seorang hamba mengingat akan keagungan Allah ‘Azza wa Jalla yang dia sedang berdiri di hadapan-Nya, dan bahwasanya Dia dekat dengannya, melihat, dan mendengarnya, serta mengetahui segala apa yang terbesit dalam hatinya, sehingga mendorongnya untuk malu kepada-Nya ‘Azza wa Jalla .

Di antara sebab-sebab tercapainya khusyu’ dalam sholat : meletakkan tangan yang satu di atas tangan yang lain (bersedekap), yaitu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada. Makna sikap yang demikian adalah menunjukkan pengrendahan diri dan berkeping-kepingnya hati di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Al-Imam Ahmad rahimahullah telah ditanya tentang maksud dari sikap (bersedekap) tersebut, maka beliau menjawab : “Itu merupakan bentuk pengrendahan diri di hadapan Dzat Yang Maha Perkasa.”

Di antara sebab-sebab tercapainya khusyu’ dalam sholat : menghentikan segala gerakan dan segala yang tidak bermanfaat, serta senantiasa diam. Oleh karena itu, ketika seorang ‘ulama salaf melihat seorang pria bermain-main dengan tangannya dalam sholatnya, maka ‘ulama salaf tersebut berkata, “Kalau seandainya hati orang ini khusyu’, niscaya akan khusyu’ pula anggota badannya.” Peristiwa ini diriwayatkan juga secara marfu’ sampai kepada Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Sebagian orang apabila dia berdiri menunaikan sholatnya, terkadang mereka masih bermain-main, menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, atau bermain-main dengan jenggot dan hidungnya, sampai-sampai tingkah lakunya untuk mengganggu orang yang di sebelahnya. Ini menunjukkan tidak adanya khusyu’ dalam sholat.

Di antara sebab-sebab tercapainya khusyu’ dalam sholat : menghadirkan hati dalam sholat, dan tidak menyibukkan dengan berbagai kesibukan dan pekerjaan duniawi. Ia konsentrasi penuh menghadap kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan hatinya. Dan tidak menyibukkan dengan sesuatu selain sholat.

Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151164256916840&id=109056501839
Baca selengkapnya tentangDIANTARA PENTINGNYA KHUSYU DAN PENYEBABNYA

KISAH UMAR YANG LUAR BIASA

Diposkan oleh arti hidup on Selasa, 25 Desember 2012

Dalam riwayat al Darimi diterangkan bahwa seorang wanita tua itu kemudian meminta Umar untuk berhenti. Umar pun mendekat dan menundukkan kepalanya demi mendengarkan wanita tersebut berbicara. Selanjutnya wanita itu memberi wejangan, Bertakwalah engkau kepada Allah dalam mengurus rakyat. Ketahuilah, barangsiapa yang takut akan ancaman Allah maka yang jauh (hari akhirat) akan terasa dekat. Barang siapa yang takut akan kematian, maka ia akan khawatir kehilangan kesempatan.
Taqwa disini artinya mentaati perintah Allah SWT, patokannya para shahabat. Jadi artinya taat sama perintah Allah SWT dlm Quran dan Sunnah, alias syariat Islam.

Saat itu Para sahabat yang berdiri bersama Umar kemudian bertanya, Wahai Amirul Mukminin, engkau telah menghentikan sekian banyak orang (ikut berhenti karena tidak mau mendahului umara) demi wanita renta ini?

Umar Menjawab : DEMI Allah andaikan dia berdiri sampai malam, maka aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat. Begitulah komitmen Umar Radhiyallahu anhu untuk setia mendengarkan taushiah (nasehat) wanita renta di pinggir jalan. Padahal ketika itu Umar adalah seorang khalifah. Khalifah itu pemimpin dunia Islam, bukan negara, atau kerajaan yang dinamakan sultan dsb.

Siapa pun yang mengetahui kisah ini akan semakin kagum kepada Umar. Ia rela menghentikan langkahnya, lalu mendengar dengan seksama petuah wanita itu meski dalam waktu lama. Ini adalah teladan luar biasa yang tidak banyak dilakukan manusia, apalagi orang yang merasa telah menempati posisi terhormat di masyarakat. 

[ Al Qur'an ] Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(Al-Araf [7]: 179)
Hikmah dari kisah dan dalil itu ialah bahwa : 

Tersumbatnya informasi langit berakibat fatal. Manusia bisa gagal menjadi baik.
Jadi, Allah Yang Maha Bijaksana tidak pernah menutup pintu informasi tersebut bagi hamba-Nya. Inilah yang diterangkan Allah Taala dalam al-Quran:
Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.(Al-Anfal 8: 22-23)

Setiap informasi dari kitabullah dan hadist, sunnah para Nabi, Shahabat, Tabiin yang berkilau telah terjamin mengenai peluang kebaikan didalamnya, itulah sebenarnya temuan paling berharga. 

Terlebih dizaman ini, jadi tidak mengherankan bila Allah Ta ala menyebutkan bahwa sikap ambisius untuk berburu INFORMASI kebaikan dengan menyeleksi secara seksama setiap ucapan tentang PETUNJUK ALLAH adalah ciri pertama kepribadian para hamba-Nya.

Hidayah Barang Termahal, Pencariannya harus serius melebihi aktifitas apapun didalam kehidupan, berjuang dalam ketaatan yg mengikuti para Nabi-Shahabatnya barulah Allah akan menunjukkan dan membukakan hatinya, Cahaya kedalam dada seseorang.

(Tim Ustadz)
Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151165635306840&id=109056501839
Baca selengkapnya tentangKISAH UMAR YANG LUAR BIASA

MENGENAL KURMA NABI

Diposkan oleh arti hidup on Senin, 24 Desember 2012

Kurma ajwah dijuluki kurma Nabi karena konon jenis kurma ini adalah kesukaan Nabi Muhammad SAW. Dan beliau sendirilah yang menanam jenis ajwah ini di Madinah. Penampilan ajwah sangat berbeda dengan kurma biasa. Ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih bulat, kira-kira sebesar setengah ibu jari. Kulit ajwah berwarna coklat tua kehitaman. Jenis kurma ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu suka manis karena dari semua varian kurma yang tersedia Kurma Nabi yang paling rendah tingkat kemanisannya.

Keutamaan memakan kurma ajwah ini bisa ditilik dari Hadits Nabi yang berbunyi: man tashabbaha kulla yaumin sab'a tamaraatin ajwatan lam yadhurrahu fii dzalikal yaumi summun walaa sihrun. (HR Bukhori). Yang artinya: Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu

Kurma ajwah memiliki khasiat untuk pengobatan, seperti untuk meningkatkan kadar gula darah, mengobati katarak pada mata dengan memakan paling sedikit 3 buah kurma selama beberapa bulan. Nabi menganjurkannya memakan 7 buah kurma ajwah di pagi hari. Kurma ini bisa menangkal sihir, karena kurma ini membawa keberkahan bagi yang memakannya, disebabkan Nabi SAW sendiri yang menanamnya, bibit dari kurma ini telah bersentuhan dengan tangan Nabi SAW.

Pohon kurma ajwah ini masih ada di Madinah sampai sekarang. Pohon kurma ajwah sudah berusia 14 abad lebih sejak pertama kali ditanam oleh Nabi SAW. Jumlahnya hanya sekitar seratusan pohon. Dan harganya lebih tinggi dari kurma biasa.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Baca selengkapnya tentangMENGENAL KURMA NABI

HEBATNYA SHALAWAT DENGAN CINTA

Diposkan oleh arti hidup on Minggu, 23 Desember 2012

Rosulullah adalah habibullah (Hamba yang sangat dicintai Allah). Kita pun mencintainya dengan sepenuh jiwa. Bahkan keimanan kita mewajibkan untuk lebih mengutamakan kecintaan kepada beliau daripada kecintaan kepada anak, orang tua, diri sendiri, dan manusia seluruhnya. Para sahabat Ridhwanullah 'Alaihim telah menunjukkan kecintaan kepada beliau yang tak ada tandingnya. Apapun kan dikobrankan demi melindungi diri beliau. Segalanya kan diberikan untuk menebus diri beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hewan, tumbuhan, batu, dan gunung tak mau ketinggalan; mereka telah menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada beliau yang sangat sepanjang zaman

Mentaati beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini merupakan tanda paling utama yang menunjukkan benarnya kecintaan kepada beliau. Allah Ta'ala berfirman,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

"Barang siapa yang menaati Rosul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. Al-Nisa': 80)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kewajiban mentaati beliau,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)

Al-Imad Ibnul Katsir berkata dalam tafsirnya, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya

Satu, Cinta kepada Allah tidak cukup hanya pengakuan. Tapi harus disertai pembuktian. Dan tanda bukti nyatanya adalah mengikuti utusan-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaanya; baik dalam perkataan dan perbuatannya, dalam pokok agama dan cabangnya, dalam zahir dan batinnya. Maka siapa yang mengikuti Rosul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. Jika hal itu tidak ditemukan pada seseorang, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah, ia dusta dalam pengakuannya.

Kedua, cemburu atas beliau dan ajarannya. Marah jika kehormatan beliau dan agama yang beliau bawa direndahkan. Kecemburuan ini menuntut realisasi nyata, tidak cukup hanya dengan perkataan semata. Misalnya, membuat bantahan terhadap syubuhat buruk yang dialamatkan kepada beliau dan sunnahnya, melakukan tuntutan dan perlawanan kepada mereka yang sengaja melecehkan beliau baik yang melalui lukisan karikatur, pembuatan film, dan semisalnya.

Ketiga, mengagungkan dan memuliakan pribadi beliau dan tidak meremahkan sunnahnya. Karena ada sebagian manusia yang mengklaim cinta Nabi, tapi ia mengejek orang yang menghidupkan sunnahnya seperti memanjangkan jenggot, tidak isbal dalam berpakaian, bersiwak, dan lainnya. Selayaknya orang yang cinta kepada beliau ia semangat menghidupkan sunnahnya. Sebuah keharusan, memuliakan beliau sekaligus sunnahnya. Dan di antaranya bentuk pemuliaan, tidak memanggil beliau dengan namanya semata tetapi dengan menisbatkan kepada nubuwah dan risalah serta menyertakan shalat dan salam atasnya.

Keempat, memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Karena siapa yang mencintai seseorang pastinya ia sering menyebut namanya. Maka siapa yang cinta kepada beliau ia sering membacakan shalawat dan salam kepadanya. Sesungguhnya bershalawat kepada beliau mengandung keberkahan, doa, pengagungan, dan pemuliaan.

Kelima, sering mengingat beliau, rindu dan berharap perjumpaan dengan beliau di surga. Terdapat dalam satu hadits, "Di antara umatku yang sangat mencintaikku adalah mereka yang hadir sesudahku, salah seorang mereka menginginkan kalau saja bisa melihatku dengan membawa keluarha dan hartanya." (HR. Muslim)

Adalah Bilal, saat berada di pembaringan kematiannya mengatakan: "Besok aku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta, Muhammad dan para sahabatnya."

Keenam, mencintai apa yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam cintai dari jenis manusia, makanan, minuman, perkataan, tempat, waktu, dan selainnya. Inilah kecintaan yang sempurna. Karenanya kita mencintai keluarga beliau secara keseluruhan dan para sahabatnya yang mulia.

Ketujuh, berkahlak dengan akhlak yang dimilikinya dan meniti jalan hidup yang telah ditempuhnya. Karena dalam perjalanan hidupnya terdapat keteladanan yang mulia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)

Sesungguhnya beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Al-Qur'an yang berjalan di tengah-tengah manusia. Semua perkataan dan perbuatannya adalah terjemahan aplikatif dari kitab suci yang mulia. Karenanya, selayaknya kita meniru akhlak Nabi, mengikuti jalan hidup dan petunjukkan dalam makan, minum, tidur, bermu'amalah, dan dalam segala hal. Semua ini merupakan bentuk kecintaan kepada beliau yang sesungguhnya. Wallahu Ta'ala A'lam.

Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151160833751840&id=109056501839
Baca selengkapnya tentangHEBATNYA SHALAWAT DENGAN CINTA

RUMUS RAHASIA KEHIDUPAN, DARI ROSULULLAH SAW

Diposkan oleh arti hidup on Sabtu, 22 Desember 2012

(Riwayat Sunan Darimi 2613) Dari Sufyan dari ayahnya dari Abu Yala dari Ar Rabi bin Khutsaim dari Abdullah ia berkata; Rosulullah SAW pernah membuatkan kami garis berbentuk persegi empat. Kemudian beliau membuat sebuah garis di tengahnya, lalu membuat beberapa garis di sekitarnya dan membuat sebuah garis yang berada di luar garis tengah itu. Beliau pun bersabda: Ini adalah manusia, yaitu garis tengah, ini adalah ajal yang mengelilingnya. Ini adalah hal-hal yang akan terjadi (pada manusia, berupa bala, ujian, dan cobaan sewaktu di dunia) pada garis-garis ini. Jika tidak terkena satu garis, maka akan digigit (terkena) garis yang lain (bala dan cobaan itu akan selalu datang silih berganti tanpa henti). Dan ini adalah harapan, yaitu garis yang berada di luar.

(Shahih Bukhari 5938) Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadll telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Said dari Sufyan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Mundzir dari Rabi bin Khutsaim dari Abdullah radliallahu anhu dia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah membuat suatu garis persegi empat, dan menggaris tengah dipersegi empat tersebut, dan satu garis di luar garis segi empat tersebut, serta membuat beberapa garis kecil pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut. Lalu beliau bersabda: Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya yang telah mengitarinya atau yang mengelilinginya dan yang di luar ini adalah cita-citanya, sementara garis-garis kecil ini adalah rintangan-rintangannya, jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini, jika berbuat salah lagi maka garis ini akan mengenainya.

Manusia gak ada final kepuasan dalam kehidupannya, yang ada angan-angan akan timbul lagi bila yg lain tercapai. Boleh jadi Abu Bakar Shiddiq, Ustman Bin Affan, Abdurrahman Bin Auf kita terpesona dengan infaq di jalan
nya Allah padahal mereka kaya raya (Lihat kisah mereka.) ternyata kaya hartapun tidak membuat mereka panjang angan-angan. Akhirat tetap diprioritaskan, berkah hidup tetap mengiringi. Hatinya penuh menuju persiapan menghadap Allah kelak.

Banyak manusia tampak senang didunia, padahal jiwanya tidak, harinya yang ada pusing dengan pengejaran dunianya yang tidak ada habisnya akhirnya terbudak, ketakutan akan kebangkrutan, kecemasan dengan kemiskinan, bisnis mengejar target membabi-buta hingga tidak wajar seperti dikejar hutang, sedangkan hati dan ahlak tidak ada perbaikannya. Dan mereka yang tenang yang memahami Allah SWT yang terbaik, prioritasnya adalah Allah, dan tuntunan Nabi serta shahabat agar tidak salah jalan.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Baca selengkapnya tentangRUMUS RAHASIA KEHIDUPAN, DARI ROSULULLAH SAW

MASA INDAH DENGAN SIKECIL

Diposkan oleh arti hidup on Jumat, 21 Desember 2012

Sikecil tersenyum penuh kelucuan dan kegemasan setiap orang yang memandang wajahnya yang imut dan lucu. Inilah Karunia Allah yaitu sibuah hati yang kadang sering tidak disadari merupakan harta yang sangat tinggi melebihi tingginya gedung yg tinggi. Sikecil dambaan hati setiap manusia insani.

Sikecil walau keponakan bagaikan anak sendiri.Sikecil walau anak tetangga juga sering dianggap bagaikan anak sendiri.
Sikecil memiliki anugrah Ilahi memancarkan ketulusan hati nurani agar mengasihi melindungi mereka.

Bagi orangtua sikecil adalah motivasi. Namun diatas semua harus karena tujuan Ilahi yang menitipkannya. Mempersiakan agamanya, mendidiknya, mengurusnya dengan lantunan pendidikan Islami baik disekolah dan dirumah sendiri.

Wahai orangtua, janganlah merasa susah dan mengeluh, dan tidak memperhatikan bimbingan kepada sikecil.

Lihatlah tatapan mata bening, bila engkau mengeluhkan dunia, relakah kau tukar sikecil dengan sekota jakarta ?

Relakah engkau tukar sikecil dengan satu pulau jawa ?

Sikecilmu adalah hartamu, nikmatilah masa-masa bersama sikecil, berkorbanlah ajarkan ia agama, jangan biarkan ia menjadi sibesar yang bermasalah karena faktor didikan orangtuanya.

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?ref=stream
Baca selengkapnya tentangMASA INDAH DENGAN SIKECIL

NASIHAT ROSULULLAH SAW KEPADA KAUM WANITA

Diposkan oleh arti hidup on Kamis, 20 Desember 2012

1) Dunia ini ialah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah. (Riwayat Muslim).

2) Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki, agar mereka mencium bau harumnya maka ia adalah perempuan zina dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah zina. (Riwayat Ahmad, Thabarani dan Hakim).

3) Dikawini wanita itu kerana empat perkara: kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikannya dan kerana agamanya, maka carilah yang kuat beragama niscaya kamu beruntung.

4) Wanita apabila ia sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadhan, memelihara kehormatan serta taat pada suami, maka masuklah mana-mana pintu syurga yang ia kehendaki. (Riwayat dari Ahmad Ibnu Hibban, Thabarani, Anas bin Malik).

5) Perempuan yang melabuhkan pakaian dalam keadaaan berhias bukan untuk suami nya dan muhrimnya adalah seumpama gelap gelita di hari kiamat, tiada nur baginya. (Riwayat Tarmizi)

6) Apabila lari seorang wanita dari rumah suaminya, tidak diterima sembahyangnya, sehingga ia kembali dan menghulurkan tangan kepada suaminya (meminta maaf). (Riwayat dari Hassan).

7) Wanita yang taat pada suami, semua burung-burung di udara, ikan di air, malaikat di langit, matahari dan bulan semuanya beristigfar baginya selama ia masih taat pada suaminya dan diredainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

8) Dari Muaz bin Jabal bersabda Rasululllah SAW: Mana-mana wanita yang berdiri di atas kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

9) Tiap-tiap wanita yang menolong suaminya di dalam urusan agama, maka Allah memasukkanya dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (sepuluh ribu tahun) kerana dia memuliakan suaminya di dunia maka mendapat pakaian dan bau-bauan syurga untuk turun ke mahligai suaminya dan mengadapnya.

10) Ya Fatimah, jika seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotong kumisnya dan mengerat kukunya, diberi minum Allah akan dia sungai syurga, diiringi Allah baginya sakaratul maut dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta dicatatkan Allah baginya kelepasan dari neraka dan selamatlah ia melintasi titian Siratul-mustaqim.

11) Mana-mana wanita yang berkata kepada suaminya “tidak pernah aku dapat dari engkau satu kebajikan pun”. Maka Allah akan hapuskan amalannya selama 70 tahun, walaupun ia berpuasa siang hari dan beribadah pada malamnya.

12) Apabila wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya, Allah mencatatkan baginya setiap hari seribu kebajikan dan menghapus baginya seribu kejahatan.

13) Apabila wanita mulai sakit untuk bersalin, Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah (perang sabil).

14) Apabila wanita melahirkan anak keluarlah dosa-dosa darinya seperti keadaan ibunya melahirkannya.

Hayatilah wahai muslimah…semoga kita dapat memelihara diri kita dari godaan duniawi,,,dan hiasi diri dengan iman dan taqwa serta akhlak islam yg telah memartabatkan wanita setelah kedatangan Rosulullah SAW….wallahu taa’la a’la waa’lam. 

Sumber:http://www.facebook.com/pages/MAJELIS-TAUSIAH-PARA-KYAI-USTADZ-INDONESIA/203914683789
Baca selengkapnya tentangNASIHAT ROSULULLAH SAW KEPADA KAUM WANITA

TANGISAN UMAR DAN TIKAR ROSULULLAH SAW

Diposkan oleh arti hidup on Rabu, 19 Desember 2012

Diriwayatkan oleh Imam Nasai bahwa pada suatu hari Umar bin Khattab bertamu ke rumah Rosulullah SAW. Setelah dipersilakan masuk, Umar mendapati Rasulullah sedang duduk di atas tikar yang terbuat dari anyaman daun kurma. Saat menjabat tangan beliau, Umar melihat pada pipi kanan kiri beliau masih terlihat guratan bekas anyaman tikar.

Ketika duduk, Umar tercengang saat mengamati isi rumah Rasul SAW karena hanya ada sebuah sarung yang digantungkan di salah satu sudut rumah. Di sudut lain dijumpai segenggam gandum dan sebuah bejana terbuat dari kulit.

Melihat rumah Rasul yang supersederhana itu, Umar menangis. Rasul pun menanyakan gerangan yang membuat Umar menangis.

Bagaimana aku tidak menangis ya Rasul, aku melihat guratan anyaman yang masih membekas di pipimu. Dan di dalam rumah ini, aku hanya melihat sebuah sarung, segenggam gandum, dan bejana kulit, jawab Umar.

Ia menambahkan, para raja dan kaisar hidup bergelimang harta dan kemewahan di istana yang megah. Tidakkah engkau sebagai manusia pilihan Allah dapat meminta kepada Allah agar bisa hidup berkecukupan?

Rasul balik bertanya kepada Umar. Tidakkah engkau lebih senang wahai Umar, jika kita dapat memperoleh kebahagiaan akhirat, sedangkan mereka (para raja dan kaisar) memperoleh kenikmatan dunia? Umar pun mengiyakan.

Kesederhanaan Rasulullah sangat patut diteladani. Hidup beliau sangat bersahaja, tidak berlebih-lebihan, tidak bermewah-mewahan, dan tidak boros (israf). Beliau tidak pernah menumpuk harta. Juga tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan dan kenikmatan duniawi.

Rumah pun hanya beratapkan jerami. Makanannya yang paling mewah dan jarang dinikmatinya adalah madu, susu, dan lengan kambing. Menurut sebuah riwayat, Rasul hanya memiliki sebuah harta yang paling mewah berupa sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus Abbisinia.

Meskipun sudah menguasai seluruh Jazirah Arabia, namun Rosulullah SAW tetaplah seorang pribadi yang sederhana dan jauh dari kemewahan. Sepanjang hayatnya, Nabi SAW adalah orang yang konsisten pada pola hidup yang sederhana, bersih, dan sehat. Ketika beliau wafat, tidak banyak harta yang ditinggalkannya.

Amru bin Harits meriwayatkan, Rasulullah SAW ketika wafat tidak meninggalkan dinar, dirham, hamba sahaya lelaki atau perempuan, dan hanya meninggalkan keledai putih yang biasa dikendarainya dan sebidang tanah yang disedekahkan untuk kepentingan orang rantau (HR. Bukhari).

Sebagai umatnya, tentu kita harus banyak belajar hidup sederhana karena memang Islam tidak menganjurkan kita semua untuk hidup bermewah-mewahan, berlebih-lebihan, dan boros. (QS al-Furqan [25]: 67).

Hal ini menunjukkan bahwa hidup sederhana dan proporsional merupakan pilihan tepat dan rasional karena akan membawa ketenangan, dan jauh dari keserakahan.

Seorang pemimpin yang sederhana, tampil apa adanya, dan merakyat, akan dicintai rakyatnya. Pemimpin yang gemar memperkaya diri, menggendutkan rekeningnya, lebih-lebih hasil korupsi, membawa umat kepada cinta keduniaan secara berlebihan, pasti akan dibenci, kelakuannya berbeda, bahkan bila pemimpin ia ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri.

( Catatan )

Pemimpin disini yang standarisasi Quran dan Sunnah, tunduk pada Syariat bukan yg lainnya, kalau bicara keteladanaan Umar, Abu Bakar, Utsman Dan Ali, jangan dilupakan pokok utamanya yaitu mereka memegang teguh Syariat Islam sbg tanda menyembah Allah SWT sbg pemimpin, makanya rata2 pemimpin seperti firaun, Abu Jahal dsb sulit karena harus bertahkim kepada Risalah Islam dalam posisinya sbg Raja, dan bukan cuma sekedar ibadah ritual belaka, karena Islam gak hanya itu. Maka tidak heranlah jaman Jahiliyah dulu dan sekarang bagai tidak ada bedanya dalam jenis, jumlah kemaksiatan.

Belajar sederhana merupakan salah satu kunci hidup sukses dan bahagia, cukup pengakuan Allah SWT bukan publikasi, dan kehidupan yang semata perbaikan duniawi tetapi akhirat diabaikan.

Hati-nya yang sederhana maka tangan terlatih memudahkan tangan berinfaq, karena ketika dunia menghampiri ia akan gunakan untuk kebahagiaan akhirat yang kekal dan abadi. Dunia dalam tunggangan, karena jiwanya terbebaskan dari ambisi.

Sumber: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151154398516840&id=109056501839
Baca selengkapnya tentangTANGISAN UMAR DAN TIKAR ROSULULLAH SAW